
SINGASANA, BALIPOST.com – Di tengah suasana umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan, musibah justru menimpa keluarga I Ketut Mustada, warga Banjar Sudimara Kaja, Desa Sudimara, Kecamatan dan Kabupaten Tabanan. Rumah miliknya ludes terbakar, Sabtu (27/6).
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, salah seorang saksi yang baru pulang dari ladang mendapati kobaran api sudah membesar di salah satu kamar yang digunakan sebagai gudang penyimpanan sarana upacara keagamaan atau eteh banten.
Sontak saksi pun langsung kaget dan berusaha memanggil anggota keluarga lainnya yang sedang berada di dapur. Warga sekitar pun berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun api cukup besar sehingga proses pemadaman cukup kewalahan.
Kapolsek Tabanan, I Made Berata, mengatakan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 Wita dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam. “Petugas bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain,” ujarnya.
Setelah hampir dua jam berjibaku, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran itu menghanguskan sebagian rumah beserta barang-barang di dalamnya, termasuk perlengkapan upacara keagamaan yang disimpan di gudang tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat juga masih melakukan pendataan terkait kerugian material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Pasca insiden tersebut, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga juga langsung turun ke lokasi bersama BPBD Tabanan untuk melakukan kegiatan Asesment dan penyerahan logistik pada korban. Seperti sembako, kasur lipat/matras, tikar dan paket kebersihan serta 1 unit kompor gas dan 1 buah regulator. (Dewi Puspawati/balipost)









