Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan anjing diduga rabies sesaat sebelum menyerang korban. (BP/Ist)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seekor anjing liar yang diduga terjangkit rabies menggigit tiga anak di Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, pada Jumat (26/6) malam. Akibat kejadian tersebut, ketiga korban mengalami luka gigitan, bahkan salah seorang di antaranya menderita luka cukup parah hingga harus menjalani enam jahitan dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Salah seorang keluarga korban, Doris Alwi, dikonfirmasi, Minggu (28/6), mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi secara beruntun hanya dalam rentang waktu sekitar 15 menit. Korban pertama merupakan cucunya yang berusia enam tahun. Bocah tersebut diserang sekitar pukul 20.00 WITA saat bermain di sekitar pos kamling, tidak jauh dari rumahnya.

Baca juga:  Konsumsi Sabu-sabu, Dibekuk BNK Karangasem

Menurut Doris, anjing tersebut tiba-tiba datang dan menyerang secara membabi buta. Akibat serangan itu, cucunya mengalami luka robek cukup parah pada kaki hingga harus mendapat enam jahitan. “Selain digigit, tubuh, tangan, dan kakinya juga mengalami luka cakaran. Kepalanya sempat terbentur saat berusaha menyelamatkan diri,” ujarnya.

Usai menyerang korban pertama, anjing tersebut kembali terekam kamera CCTV milik warga menggigit korban kedua sekitar pukul 20.15 WITA. Tidak lama berselang, anjing yang sama kembali menyerang seorang anak lainnya di kawasan Jembatan Banyuasri. Ketiga korban diketahui merupakan warga Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri.

Baca juga:  Dua Kasus Anjing Rabies Kembali Ditemukan di Denpasar

Doris mengatakan, seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Selain menjalani pembersihan luka dan tindakan jahitan, para korban juga diberikan vaksin antirabies (VAR).

“Malam itu langsung kami bawa ke rumah sakit. Penanganannya berupa pembersihan luka, jahitan, dan vaksin. Syukurnya sekarang kondisi cucu saya sudah mulai membaik,” katanya.

Ia menambahkan, secara fisik anjing tersebut tampak sehat sehingga warga sebelumnya tidak menaruh kecurigaan. Namun setelah menggigit tiga anak dalam waktu singkat, warga bersama sejumlah pemuda langsung berupaya memburu anjing tersebut.
Pada Sabtu (27/6), anjing itu akhirnya ditemukan di wilayah Banjar Tegal oleh Babinsa bersama tim terkait.

Baca juga:  Lewat Penetapan PN Denpasar, AAN Alit Wiraputra Kembali Jadi Anggota YPPLPK Bali

Karena diduga membahayakan warga setelah menyerang tiga anak, anjing tersebut kemudian dieliminasi. “Anjing itu sudah ditemukan dan dieliminasi oleh tim di daerah Banjar Tegal. Karena memang sangat membahayakan,” kata Doris. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN