
SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan. Di tengah keterbatasan ruang pembinaan, Lapas Tabanan kembali memanen tanaman terong di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas.
Panen yang melibatkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Ketahanan Pangan bersama warga binaan merupakan bukti bahwa program pertanian di lingkungan lapas berjalan secara berkelanjutan dan produktif. Pada panen kali ini, hasil yang diperoleh mencapai 13 kilogram terong dan dipasarkan dengan harga Rp7.000 per kilogram.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan keberhasilan panen secara rutin menunjukkan program ketahanan pangan di Lapas Tabanan berjalan dengan baik. Selain mendukung program pemerintah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional dan Asta Cita Presiden, tetapi juga memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya, Minggu (28/6).
Program pertanian di SAE Kebun Lapas menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga proses panen. Melalui kegiatan tersebut, mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Ketua Pokja Ketahanan Pangan Lapas Tabanan, Nur Bagus Wahyudi, mengatakan kegiatan pertanian yang dilakukan tidak semata mengejar hasil panen, melainkan juga meningkatkan kualitas hidup warga binaan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, kami berharap warga binaan dapat lebih mandiri dan memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” katanya.
Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam pengelolaan kebun, Koming, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan pertanian di SAE Kebun Lapas.
“Saya belajar cara menanam, merawat sampai memanen. Saya bangga karena hasil kerja bersama teman-teman bisa dipanen dan memberikan hasil yang baik,” ungkapnya. (Dewi Puspawati/balipost)










