Sirkuit Drag Race Bangli yang berlokasi di Desa Landih. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Sirkuit drag race Landih masih minim fasilitas penunjang. Arena balap tersebut sama sekali belum memiliki toilet. Alhasil, ketika ada event, pembalap maupun penonton terpaksa memanfaatkan alam terbuka saat hendak buang air.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Gusti Ngurah Alit membenarkan bahwa sirkuit tersebut saat ini hanya memiliki fasilitas berupa lintasan balap tanpa adanya toilet dan fasilitas pendukung lain. “Selama ini tidak ada toilet. Kalau ada event, masih pakai alam,” katanya.

Baca juga:  PBBP2 Tak Naik, Bapenda Denpasar Tetap Optimis PAD Tercapai

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli telah menganggarkan dana sekitar Rp125 juta untuk membangun toilet serta portal dan pos jaga karcis. Pemasangan portal di pintu masuk ini sengaja dirancang untuk membatasi akses agar area sirkuit tidak dimasuki sembarangan orang.

Pembangunan fasilitas sirkuit ini rencananya mulai dieksekusi pada Agustus atau September mendatang. Meski demikian, pihak Disdikpora mengakui masih menghadapi kendala terkait pemenuhan kebutuhan air bersih untuk toilet yang akan dibangun. Lokasi sumber air terdekat berada cukup jauh dari area sirkuit.

Baca juga:  Pemedek IBTK Besakih Keluhkan Minimnya Air Bersih di Toilet

“Kami belum berkoordinasi lebih lanjut mengenai sumber airnya dari mana. Rencana dari Pak Perbekel Landih, air akan diambil dari lokasi TPA yang jaraknya lumayan jauh, sekitar 200 meter,” pungkasnya.

Sebagaimana yang diketahui, Pemkab Bangli membangun sirkuit drag race di Desa Landih 2022 lalu. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Sirkuit yang dibangun dengan dana miliaran di atas lahan seluas dua hektar itu disediakan untuk memfasilitasi penghobi balap.

Sejak Agustus 2025 lalu sirkuit Drag Race mulai menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru bagi Kabupaten Bangli. Dalam pemungutan retribusi di sirkuit, Disdikpora Bangli bekerja sama dengan Desa Landih. Sesuai kesepakatan, retribusi yang dipungut langsung disetorkan ke kas daerah. Desa Landih selaku pengelola mendapatkan bagi hasil sebesar 40 persen dari total pendapatan.

Baca juga:  Tertibkan APK Melanggar di Bangli, Lima Truk Disiapkan untuk Mengangkut

Di tahun 2026, Pemkab Bangli menargetkan perolehan retribusi dari Sirkuit Drag Race Bangli di Desa Landih Rp158 juta. Namun, hingga Juni ini capaiannya masih seret karena masih minimnya aktivitas di sana. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN