Proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM menggunakan mesin pirolisis di Museum Lontar Dukuh Penaban, pada Sabtu (20/6). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Belum banyak yang tahu kalau ada mesin yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Nama mesin tersebut adalah mesin pirolisis. Mesin ini diperkenalkan atau disosialisasikan oleh Yayasan Get Plastik di Museum Lontar Dukuh Penaban, pada Sabtu (20/6).

Koordinator acara, Raissa Kanaya mengungkapkan, mesin pirolisis ini mampu mengolah sampah plastik menjadi BBM jenis solar, bensin. Selain itu, juga menghasilkan minyak tanah, gas, dan karbon. Tiap 1 kg sampah plastik yang diolah bisa menghasilkan 1 liter BBM.

Baca juga:  Prabowo Puji Kepala BGN Kembalikan Anggaran MBG Rp70 Triliun

“Kalau 10 kg sampah plastik, bisa menghasilkan sekitar 10 liter BBM, bahkan bisa lebih. Untuk waktu yang dibutuhkan mengolah sampah plastik ini menjadi BBM selama 2 sampai 3 jam,” katanya.

Menurut Raissa Kanaya, sejauh ini pihaknya belum menjalin kerja sama dengan siapapun di Karangasem. Kalau di sejumlah daerah lainnya sudah menjalin kemitraan. Sebab, alat ini tidak bisa dibeli oleh perseorangan, melainkan harus lewat program kemitraan.

Baca juga:  Darurat Sampah, DLH Gianyar Ajak Masyarakat Aksi Bersih Sampah Plastik

“Sebelum menjalin kerja sama, kita lebih dulu lakukan asesmen. Kemudian melakukan observasi berapa butuh mesin dan berapa sampah plastik yang dihasilkan oleh masyarakat di wilayah tersebut. Setelah itu, baru bisa direkomendasikan mesin ini untuk diimplementasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga akan melakukan skema pendampingan terhadap pengoperasian mesin tersebut. Sehingga, SDM yang tersedia nantinya bisa secara mandiri mengolah sampah plastik tersebut untuk menjadi BBM.

Baca juga:  Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

“Nantinya juga akan dibentuk manajemen, struktur organisasi. Termasuk teknis proses pengangkutan sampah, pemilahan, serta melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait mesin ini,” imbuhnya sembari berharap, lewat sosialisasi ini, nantinya bisa menjalin kemitraan di Kabupaten Karangasem. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN