Petugas BPBD Tabanan melakukan penyisiran dalam upaya pencarian korban tenggelam di Pantai Yeh Gangga. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kendati masa operasi resmi oleh tim SAR gabungan telah berakhir sesuai standar operasional prosedur (SOP), upaya pencarian I Komang SHD (12) pelajar asal Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken yang terseret arus di Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, pada Kamis (28/5) lalu, sampai saat ini masih terus dilakukan. Atas dasar kemanusiaan dan kepedulian terhadap keluarga korban, petugas BPBD Tabanan tetap melanjutkan penyisiran di sejumlah kawasan pesisir.

Kepala BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengatakan, meski operasi SAR gabungan telah ditutup, pihaknya tetap melakukan pencarian secara mandiri dengan mengerahkan personel TRC BPBD. “Secara SOP operasi pencarian memang sudah selesai. Namun karena pertimbangan kemanusiaan, kami masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sepanjang pesisir yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban,” ujarnya, Kamis (18/6).

Baca juga:  Operasi Cipkon 2026 Berakhir, Polres Badung Tangani 18 Kasus Lakalantas

Untuk mengoptimalkan pencarian, BPBD Tabanan membagi personel menjadi dua shift. Masing-masing beranggotakan lima orang. Tim pertama bertugas melakukan penyisiran pada pagi hingga sore hari, sedangkan tim kedua melaksanakan pemantauan dan penyisiran pada malam hari.

Penyisiran dilakukan mulai dari lokasi awal korban dilaporkan terseret arus di Pantai Yeh Gangga hingga kawasan pantai di sekitarnya. Petugas juga telah menyisir sepanjang garis pantai ke arah barat, termasuk kawasan Pantai Kelating dan Pantai Pasut yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus laut.

Baca juga:  Simpatisan Galang Donasi Bayar Denda Hukuman Jerinx

Menurut Srinada Giri, pola arus di pesisir selatan Tabanan cukup dinamis sehingga memungkinkan korban berpindah jauh dari titik awal kejadian. Karena itu, pemantauan terus dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kondisi pasang surut air laut.

Selain mengerahkan personel di lapangan, BPBD juga berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat pesisir agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian meskipun operasi SAR gabungan telah berakhir. “Harapan kami korban bisa segera ditemukan sehingga keluarga mendapatkan kepastian. Karena itu kami tetap berupaya semaksimal mungkin melalui penyisiran rutin yang dilakukan personel,” katanya.

Baca juga:  Kerugian Akibat Banjir di Tabanan Mencapai Rp 3 Miliar

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SD dilaporkan terseret arus saat berada di Pantai Yeh Gangga. Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian intensif melalui jalur laut dan darat. Namun hingga masa operasi resmi berakhir, korban belum berhasil ditemukan sehingga BPBD Tabanan masih melanjutkan upaya pencarian atas dasar kemanusiaan. (Dewi Puspawati)

BAGIKAN