Massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur memegang poster saat berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Mereka menyatakan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena bermanfaat untuk anak-anak dan warga lanjut usia (lansia). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejumlah massa yang didominasi oleh ibu rumah tangga menggelar unjuk rasa mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, massa aksi yang berasal dari Jakarta Timur tersebut mengenakan kostum berwarna putih dengan membawa sejumlah poster serta spanduk dukungan terhadap program MBG dan penangkapan koruptor.

Satu unit mobil komando diparkir di tengah tempat berkumpulnya massa. Mobil bak terbuka itu dibungkus oleh spanduk besar bertuliskan tujuan aksi.

Baca juga:  Dubai Expo 2021, BRI Wujudkan “Indonesia The Land Of Majesty” dengan Dua Misi Besar

Sejumlah ibu rumah tangga memberikan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah itu berlanjut.

​Salah seorang warga asal Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Suhartini (42), mengaku program MBG meringankan beban orang tua, terutama bagi anak-anak yang memiliki kebiasaan jarang menyantap sarapan di rumah.

​”Anak saya kebetulan jarang sarapan di rumah. Jadi dengan adanya program MBG ini, anak bisa langsung makan di sekolah bersama teman-temannya,” ujar Suhartini saat ditemui di lokasi aksi.

​Suhartini, yang memiliki anak di bangku kelas 1 SMP, menjelaskan bahwa menu yang diterima sang anak cukup bervariasi setiap harinya.

Baca juga:  MBG Pengganti Nasi Mulai Diberlakukan di Jembrana

Guna mengoptimalkan program ini ke depan, ia memberikan masukan agar variasi menu lebih diarahkan pada jenis makanan yang praktis dan disukai anak-anak.

​”Harapan saya ke depan menunya bisa lebih variatif dan praktis, seperti makanan kering, roti, burger, atau susu yang disukai anak-anak namun tetap terpenuhi nilai gizinya,” tambahnya.

​Senada dengan Suhartini, warga lainnya, Nur, menilai program ini sangat membantu meringankan pengeluaran harian keluarga.

Baca juga:  Bali Perlu 355 SPPG, Baru 147 Beroperasi hingga Januari 2026

​Kendati demikian, Nur memberikan opsi alternatif agar pemenuhan gizi anak dapat dilakukan melalui pemberdayaan orang tua murid secara langsung.

​”Program ini sebenarnya sangat bagus karena anak-anak dapat makan gratis. Namun, akan lebih optimal lagi jika ke depannya ada skema di mana orang tua dilibatkan langsung dalam memasak atau mengelola anggarannya, agar menu yang disajikan bisa lebih sesuai dengan selera anak,” tutur Nur.

​Aksi penyampaian pendapat tersebut berjalan dengan aman dengan aparat yang melakukan penjagaan ketat di lokasi. (kmb/balipost)

BAGIKAN