Seorang anak memperhatikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo dengan kedalaman 10 km yang berada di darat 42 km tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 11:27 WITA tersebut tidak bepotensi tsunami namun menimbulkan kepanikan warga dan merusak sejumlah infrastruktur. (BP/Antara)

PALU, BALIPOST.com – ‎‎Sejumlah bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami kerusakan setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang daerah tersebut pada Selasa siang (16/6).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, kerusakan terjadi pada sejumlah gedung yang sebelumnya telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.

‎‎”Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa,” kata Rektor Untad  Prof Amar.

‎‎Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa terjadi pada Selasa pukul 11.27 WITA dengan catatan episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca juga:  Gempa Dangkal Guncang Aceh

Ia mengemukakan ‎hasil identifikasi sementara dilakukan Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis menunjukkan sejumlah kerusakan berupa retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, hingga pecahnya kaca akibat kuatnya guncangan.

‎”‎Gedung Rektorat Untad yang telah direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas di beberapa bagian, termasuk kerusakan plafon. Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center (GMC),” ujarnya.

Baca juga:  Sejak 2012, "Buoy" Pendeteksi Dini Tsunami Tak Dioperasikan

‎‎Sementara itu bangunan Auditorium Untad terjadi kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

‎‎Kerusakan lainnya juga ditemukan pada Rumah Sakit (RS) Untad, berupa retakan pada beberapa bagian non struktural bangunan. Begitu pun di Fakultas Teknik sebagian plafon dilaporkan roboh, sedangkan Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan pada sejumlah bagian bangunan yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

‎‎”Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus,” ucap Amar.

Baca juga:  Danantara Wajibkan Denpasar Punya Lahan Minimal 5 Hektare untuk WtE

Ia menjelaskan hasil asesmen nanti akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna bangunan.

‎‎Hasil asesmen juga akan menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana, supaya ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan terus ditingkatkan.

‎‎”Kami menyampaikan perkembangan hasil asesmen dan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan akademik melalui kanal resmi Universitas Tadulako,” kata Prof Amar. (kmb/balipost)

BAGIKAN