Pertemuan Forum Kepala Lingkungan se-Kecamatan Gianyar, Jumat (29/5). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 15 Juni 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Terima Penghargaan "Bali Leader In Innovative Government"

Dadig Krana
Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), bersenggama.

Geheng Manyinget
Tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.

Kala Gumarang Turun
Baik untuk menanam sirih dan tembakau. Tidak baik untuk pembuatan bibit.

Kala Isinan
Baik untuk mulai belajar, membuat lemari, membuat gudang atau tempat barang-barang.

Kala Jangkut
Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.

Baca juga:  Suhu Tertinggi Capai 34 Derajat Celcius, Cek Prakiraan Cuaca Bali 8 Desember 2025

Kala Mereng
Tidak baik untuk bercocok tanam

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Susulan
Baik untuk membuat tepis, sabang (jating).

Kala Tampak
Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).

Macekan Lanang
Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya.

Naga Naut
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Baca juga:  Cuma Ada di Bali! Ini 5 Kuliner Unik Wajib Dicicipi saat Liburan

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN