
MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Galungan, ketersediaan atau stok babi di Kabupaten Badung dipastikan aman. Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung bahkan telah menyiapkan langkah pengawasan ketat untuk menjamin kesehatan hewan dan kelayakan konsumsi masyarakat.
Kepala Disperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menegaskan bahwa populasi babi di Badung saat ini mencapai 35.023 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.391 ekor dalam kondisi siap potong untuk memenuhi kebutuhan Galungan.
“Jumlah pemotongan pada Galungan sebelumnya tercatat sebanyak 2.250 ekor. Dengan ketersediaan saat ini, stok babi untuk Galungan dipastikan cukup,” ujar Gung Raka pada Minggu (14/6).
Tak hanya memastikan ketersediaan, Disperpa Badung juga mengatur jadwal pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh. Pemeriksaan ante mortem atau sebelum pemotongan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026. Sementara itu, pemeriksaan post mortem dilakukan pada Senin dan Selasa, 15 dan 16 Juni 2026.
“Jadwal pemeriksaan ternak babi untuk hari raya Galungan dilakukan dua tahap, yakni pemeriksaan Ante Mortem dan pemeriksaan Post Mortem. Ini untuk memastikan daging aman dan layak konsumsi,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh daging yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi dan bebas dari penyakit. Disperpa Badung mengerahkan total 62 dokter hewan serta melibatkan 100 mahasiswa kedokteran hewan untuk mendukung pengawasan di lapangan.
“Ada 62 titik pemotongan yang tersebar di wilayah Badung. Seluruh titik ini akan diawasi secara ketat guna menjamin standar kesehatan dan kebersihan tetap terjaga,” jelasnya.
Dengan kesiapan ini, Gung Raka berharap mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Galungan. “Memang ketersediaan stok yang memadai serta pengawasan yang optimal menjadi kunci utama menjaga stabilitas pangan dan kesehatan publik,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










