
DENPASAR, BALIPOST.com – Kebutuhan masyarakat di Bali jelang Hari Raya Galungan dipastikan meningkat. Tidak hanya untuk pembelian perlengkapan upacara, kebutuhan pokok juga mengalami peningkatan permintaan.
Untuk itu, senantiasa masyarakat akan memerlukan dana tambahan menjelang hari raya yang datang setiap enam bulan sekali ini. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat jelang hari raya ini, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menyiapkan likuiditas lebih banyak dari sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si, Sabtu (13/6). Dia mengatakan, LPD biasanya menyiapkan likuiditas 10 persen lebih banyak dari hari-hari biasa.
Hal tersebut lantaran banyaknya penarikan ataupun pinjaman yang dilakukan krama (masyarakat). “Mendukung kebutuhan krama tersebut, biasanya masyarakat memang nabung, nyimpan uangnya untuk hari raya. Jadi kita siapkan sekarang,” katanya.
Cendikiawan mengatakan, bahkan beberapa LPD telah memiliki program tabungan khusus untuk hari raya. Tabungan tersebut akan cair setiap hari raya. Untuk itu, kesiapan sudah dilakukan oleh masing-masing LPD.
Di sisi lain, disinggung terkait keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dia mengatakan, LPD dari dulu sudah memegang prinsip bersaing dan bersanding. “Artinya bersaing itu tidak mengatakan yang lain jelek, tapi kita bersanding. Dalam artian kita ini lembaga kepercayaan. Kalau krama Bali memiliki kepercayaan kepada LPDnya, tentu ini tidak perlu kita promosikan lagi,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong LPD tetap berinovasi, memperbaiki tata kelola serta mengikuti perkembangan zaman. LPD dikatakannya memang merupakan lembaga tradisional, namun tetap mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. (Widiastuti/balipost)










