Ratusan siswa di Tabanan tampak antusias mengikuti sesi diskusi tentang dunia digital pada Jumat (17/4). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan siswa di Tabanan tampak antusias mengikuti sesi diskusi tentang dunia digital pada Jumat (17/4). Mereka tidak hanya mendengarkan materi tentang media sosial, tetapi juga diajak bermimpi dan memiliki masa depan yang penuh peluang di era teknologi.

Di hadapan para siswa, content creator dan edukator digital asal Bali, Della Miranti, berbagi cerita tentang profesi-profesi baru yang lahir dari perkembangan teknologi. Mulai dari kreator konten, pekerja lepas, hingga peluang bekerja secara jarak jauh yang kini semakin terbuka bagi generasi muda.

Bagi sebagian siswa, diskusi itu mungkin menjadi pengalaman biasa. Namun bagi Telkomsel, kegiatan tersebut adalah bagian dari perjalanan panjang yang telah ditempuh selama 31 tahun, yakni menghadirkan manfaat teknologi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Komitmen melayani sepenuh hati tidak hanya diwujudkan melalui layanan telekomunikasi, tetapi juga lewat berbagai program pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya melalui kegiatan Digital Leadership & Innovation for the Future yang digelar bersama SMAN 1 Tabanan tersebut.

Program ini memberikan wawasan kepada para siswa mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tabanan, I Gusti Putu Eva Rusiana, mengapresiasi keterlibatan Telkomsel dalam mendukung dunia pendidikan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Telkomsel dalam membantu dunia pendidikan, terutama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Melalui program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEC) yang berada di bawah inisiatif Telkomsel Jaga Cita, perusahaan mendorong generasi muda untuk berani bermimpi, berinovasi, serta mengambil peran sebagai pemimpin di era digital.

Baca juga:  Mangrove Festival, Telkomsel Lanjutkan Edukasi Program Jaga Bumi

“Kami percaya bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem digital nasional. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi yang tepat, mereka dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Vice President Consumer Business Area Jawa Bali Telkomsel, Suryo Hadiyanto dalam sesi berbagi bersama siswa tersebut.

Semangat itu tidak berhenti di Bali.

Ribuan kilometer dari Tabanan, tepatnya di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, lebih dari 1.750 siswa dan guru dari tujuh sekolah mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperluas wawasan digital mereka.

Siswa sedang mendengarkan penjelasan terkait teknologi saat pelaksanaan Jaga Cita. (BP/Istimewa)

Melalui program CSR Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas, Telkomsel menghadirkan dukungan perangkat, konektivitas internet, hingga ekosistem pembelajaran digital yang dirancang untuk memperkuat proses belajar mengajar.

Program dijalankan di 7 sekolah di Pulau Flores, yaitu SMKN 3 Komodo (Manggarai Barat), SMAN 2 Komodo (Manggarai Barat), SMKN Bung Ruteng (Manggarai), SMA Budi Darma Cancar (Manggarai), SMAN 2 Soa (Ngada), SMK Karsa Mandiri (Ende), dan SMK Nawa Cita Mego (Sikka).

Bagi banyak sekolah di wilayah rural dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), akses digital masih menjadi tantangan. Karena itu, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan konektivitas, tetapi juga membangun kemampuan dan kepercayaan diri para siswa serta guru agar lebih siap menghadapi era globalisasi.

VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyebut pendekatan ini sebagai perjalanan dari konektivitas menuju kapabilitas manusia.

“Teknologi harus menjadi jembatan yang membuka kesempatan. Kami ingin siswa dan guru di Flores dapat belajar dengan lebih percaya diri, aman, dan berdampak,” katanya.

Kisah-kisah seperti inilah yang menjadi bagian dari perjalanan Telkomsel selama lebih dari tiga dekade.

Baca juga:  Menteri Rini Resmikan BTS USO di Desa Oebela

Tumbuh Bersama Perubahan Zaman

Sejak pertama kali menghadirkan kartuHalo pada 1995 dan simPATI pada 1997, Telkomsel tumbuh bersama perubahan zaman. Dari era pesan singkat dan panggilan suara, menuju internet mobile, kemudian memasuki era 4G, hingga kini menghadirkan jaringan Hyper 5G yang telah menjangkau lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia.

Bagi Telkomsel, teknologi bukan sekadar soal kecepatan jaringan atau jumlah BTS yang dibangun. Teknologi adalah tentang bagaimana manusia dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Telkomsel terus memperkuat pengalaman pelanggan melalui berbagai inovasi, mulai dari MyTelkomsel Super App, integrasi layanan IndiHome, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) melalui Virtual Assistant Veronika dan Autonomous Network yang mampu menghadirkan layanan lebih cepat dan personal.

Pendekatan yang berpusat pada pelanggan menjadi semakin penting di tengah kehidupan yang kian digital dan serba terhubung.

Hal itu terasa dalam kegiatan gathering pelanggan Prestige yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut menjadi ruang bagi pelanggan untuk bertemu langsung, berbagi pengalaman, sekaligus menyampaikan masukan kepada Telkomsel.

Salah satu peserta yang hadir adalah Funan Banunaek, pelanggan setia yang telah menggunakan layanan Telkomsel selama 31 tahun.

Bagi Funan, hubungan dengan Telkomsel bukan semata antara perusahaan dan pelanggan. Ia melihatnya sebagai perjalanan panjang yang tumbuh bersama perubahan zaman.

“Kegiatan ini mempersatukan kami para pelanggan dalam suasana yang hangat dan menyenangkan,” ujarnya.

Cerita dari pelanggan seperti Funan menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah perusahaan telekomunikasi tidak hanya diukur dari teknologi yang dimiliki, tetapi juga dari kepercayaan yang berhasil dijaga.

Baca juga:  Experience Senggigi, the Oldest and Most Famous Tourism Destination in Lombok

Penggerak Transformasi Digital Indonesia

Kepercayaan itulah yang membawa Telkomsel menjadi salah satu penggerak utama transformasi digital Indonesia. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun.

Layanan digital kini berkontribusi lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile, sementara lalu lintas data tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di balik angka-angka tersebut, terdapat misi yang lebih besar, yaitu memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Karena itu, Telkomsel terus memperluas jangkauan jaringan hingga wilayah 3T, mengembangkan program pemberdayaan talenta digital melalui NextDev, serta memperkuat berbagai inisiatif sosial dan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam keterangannya, mengatakan memasuki usia ke-31 bukan sekadar momentum perayaan, melainkan saat yang tepat untuk terus berbenah dan menghadirkan inovasi yang semakin relevan.

“Melalui inovasi dan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan agar dapat menjalani hari ini dengan lebih baik dan menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya.

Tiga puluh satu tahun lalu, Telkomsel hadir untuk menghubungkan masyarakat Indonesia melalui komunikasi seluler.

Hari ini, perannya telah berkembang jauh lebih luas, menjaga cita para siswa di Tabanan, membuka peluang belajar bagi generasi muda di Flores, mendampingi pelanggan setia di Kupang, dan menghadirkan teknologi yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Perjalanan itu masih terus berlanjut. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga menjaga hubungan, membuka peluang, dan menghubungkan masa depan Indonesia. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN