Sekretaris Disdikpora Bali, I Made Arbawa (kiri depan) menyerahkan Piala Juara umum kepada kontingen Kota Denpasar yang diwakili oleh Kadisdikpora Kota Denpasar Anak Agung Gede Wiratama (kiri belakang) di GOR Lila Bhuana Lantai II Denpasar, Rabu (10/6). (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 resmi berakhir. Ajang olahraga pelajar terbesar di Pulau Dewata itu ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Wesnawa Punia yang diwakili Sekretaris Disdikpora Bali, I Made Arbawa, di GOR Lila Bhuana Lantai II, Denpasar, Rabu (10/6).

Porjar Bali 2026 melibatkan total 8.585 peserta yang terdiri dari 7.291 atlet, 817 pelatih, dan 477 official. Ribuan peserta tersebut bersaing memperebutkan prestasi pada 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dalam klasemen akhir perolehan medali, Kota Denpasar menunjukkan dominasinya dan mempertahankan juara umum dengan mengoleksi 345 medali emas, 264 perak, dan 197 perunggu.

Baca juga:  Dari Tersangka Pembunuhan Agung Mirah Ditangkap hingga Korban Jiwa Ketiga Dikremasi

Posisi kedua ditempati Kabupaten Badung dengan raihan 268 emas, 237 perak, dan 223 perunggu. Sementara Kabupaten Buleleng menempati peringkat ketiga setelah mengumpulkan 152 emas, 153 perak, dan 194 perunggu.

Adapun posisi berikutnya dihuni Kabupaten Gianyar, Tabanan, Klungkung, Jembrana, Karangasem, dan Bangli.

Penutupan menjadi penanda berakhirnya persaingan sengit para atlet pelajar dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang telah bertanding selama enam hari pada 40 cabang olahraga.
Dalam sambutan Kepala Disdikpora Bali yang dibacakan I Made Arbawa, Porjar Bali 2026 dinilai tidak hanya menjadi arena perburuan medali, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda dan mempererat persaudaraan antarpelajar.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Harian Nasional Kembali di Atas 4.000 Orang, Bali Masuk 10 Besar Kontributor Terbanyak

“Selama enam hari pelaksanaan, ribuan atlet pelajar dari kabupaten dan kota se-Bali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada puluhan cabang olahraga yang dipertandingkan. Selain menjadi ajang perebutan medali, Porjar juga menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus sarana mempererat persaudaraan antar pelajar di Bali,” ujar Arbawa.

Ia menambahkan, Porjar Bali 2026 juga berhasil melahirkan banyak talenta muda potensial yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung olahraga Bali di masa depan. “Banyak atlet muda tampil gemilang dan menunjukkan kualitas yang menjanjikan untuk menjadi andalan daerah pada berbagai kejuaraan mendatang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Baca juga:  Rangkaian KTT G20, Jokowi dan Biden Gelar Pertemuan Bilateral

Sementara itu, Ketua Panitia Porjar Bali 2026, Putu Bayu Putra Mahendra, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, berbagai tantangan yang muncul selama penyelenggaraan dapat diatasi berkat kerja sama semua pihak.

“Secara keseluruhan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Bali 2026 berlangsung tertib, aman, dan lancar sesuai rencana. Yang patut menjadi kebanggaan kita adalah rasa persaudaraan, persatuan, sportivitas, dan semangat para atlet pelajar yang sangat tinggi sehingga Porjar dapat berjalan sukses,” ungkap Bayu. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN