
MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Galungan, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Pemerintah Kabupaten Badung pun bergerak cepat dengan menghadirkan pasar murah bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pasar murah dilaksanakan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UMKP). Tujuannya menekan laju inflasi akibat lonjakan harga bahan pokok menjelang Galungan dan Kuningan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, pasar murah dilakukan selama dua hari. Adapun produk yang diperdagangan yakni beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir.
“Program ini dilaksanakan di dua lokasi strategis yakni di Jaba Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kelan, Kuta, pada 8 Juni hari ini serta di Lapangan I Wayan Gosa, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, pada 10 Juni,” ungkap Sagung Rosyawati, Senin (8/6).
Melalui program bertajuk Pasar Murah Bapokting (Bahan Pokok dan Penting) Bersubsidi, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Warga dapat memperoleh paket sembako dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Dalam kegiatan ini, satu paket sembako dijual seharga Rp150.000 dari harga normal sekitar Rp200.000. Paket tersebut terdiri dari beras 7,5 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur ayam 10 butir, dan gula pasir 1 kilogram,” terangnya.
Selain sembako, Diskop UKMP Badung juga menyediakan kebutuhan LPG 3 kg dan kelengkapan upacara. Setidaknya terdapat 200 tabung LPG 3 kg yang disediakan. “Kami juga melakukan pemantauan harga rutin dan rencananya TPID akan ada pemantauan ke distributor dan pasar yang dipimpin oleh Pak Wabup hari Kamis ini,” katanya.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat diwajibkan mengambil kupon langsung di lokasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari, mengingat kebutuhan bahan pokok meningkat menjelang hari raya.
Tak hanya menyediakan kebutuhan pangan murah, kegiatan ini juga diramaikan dengan hiburan live music. “Kami turut mendorong digitalisasi transaksi melalui pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Bahkan, 10 warga pertama yang bertransaksi menggunakan QRIS berkesempatan mendapatkan hadiah menarik,” katanya.
Kegiatan pasar murah ini turut didukung oleh sejumlah mitra strategis. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemulihan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
“Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga perayaan Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan tenang tanpa tekanan ekonomi,” jelasnya. (Parwata/balipost)










