
SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, pasokan babi di Kabupaten Tabanan secara umum dipastikan aman. Hanya saja, empat kecamatan memang tercatat mengalami defisit ketersediaan ternak babi sehingga membutuhkan suplai dari wilayah lain yang memiliki populasi berlebih.
Berdasarkan data Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, total ketersediaan babi saat ini mencapai 7.887 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sebanyak 4.759 ekor. Dengan demikian, secara keseluruhan Tabanan masih mencatat surplus sekitar 3.128 ekor.
Namun, distribusi populasi ternak tidak merata. Kecamatan Pupuan tercatat hanya memiliki 299 ekor babi, sementara kebutuhannya mencapai 529 ekor. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Kerambitan dengan ketersediaan 197 ekor dan kebutuhan 404 ekor. Di Kecamatan Tabanan, ketersediaan hanya 232 ekor dari kebutuhan 419 ekor, sedangkan Kecamatan Kediri memiliki 284 ekor dengan kebutuhan mencapai 509 ekor.
Sebaliknya, sejumlah kecamatan menjadi penyangga pasokan babi di Tabanan. Kecamatan Penebel memiliki populasi mencapai 3.627 ekor, disusul Baturiti sebanyak 2.005 ekor, dan Marga 1.630 ekor. Wilayah-wilayah tersebut diproyeksikan akan menjadi pemasok bagi daerah yang mengalami kekurangan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, dr. Gede Eka Parta Ariana, Senin (8/6), menegaskan, kekurangan pasokan di empat kecamatan tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat saat Galungan dan Kuningan karena akan ditutupi melalui distribusi antarwilayah. “Tidak masalah, karena kecamatan lain akan mendistribusikan pasokannya,” ujarnya.
Menurutnya, minimnya populasi babi di masing-masing wilayah dipengaruhi kondisi geografis dan pola usaha peternakan masyarakat. Di Kecamatan Kediri dan Tabanan, lahan untuk beternak babi relatif terbatas. Sementara, di Kecamatan Pupuan, masyarakat lebih banyak memelihara kambing, sedangkan di Kerambitan jumlah peternak babi memang tidak banyak.
Selain menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian juga memperketat pengawasan kesehatan ternak. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara sampling pada sentra-sentra pemotongan babi dengan melibatkan 18 dokter hewan yang mulai turun ke lapangan pada pekan ini melalui jaringan pusat kesehatan hewan (puskeswan).
Parta Ariana menambahkan, estimasi pemotongan babi menjelang Galungan dan Kuningan mencapai 4.485 ekor atau masih berada di bawah total ketersediaan yang ada. Sementara harga babi hidup di tingkat peternak saat ini berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
“Yang terpenting, pemerintah memastikan perayaan Galungan dan Kuningan di Tabanan berjalan lancar serta daging babi yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi,” tegasnya. (Puspawati/balipost)










