Petugas melakukan pilah sampah selama pelaksanaan Festa #2 Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Festival Tabanan (Festa) #2 Tahun 2026. Selama dua hari pelaksanaan festival di Gedung Kesenian I Ketut Marya, 5-6 Juni, sebanyak 166,68 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan ditangani melalui sistem pemilahan yang disiapkan panitia.

Camat Tabanan, I Gusti Kade Dwipayana, Senin (8/6), mengatakan, jumlah sampah yang terkumpul terdiri atas 90,37 kilogram residu, 58,67 kilogram sampah organik, 9,5 kilogram botol plastik, 8,09 kilogram kertas dan karton, serta 0,25 kilogram kaleng.

Menurutnya, penanganan sampah sengaja menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Festa #2 mengingat tingginya aktivitas pengunjung dan pelaku UMKM selama festival berlangsung. “Jadi sampah menjadi salah satu topik dalam Festa #2 Tabanan. Kami tidak ingin setelah kegiatan selesai, sampah-sampah yang dihasilkan tidak terurus dengan baik,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkot Diminta Bersihkan Sampah di Tahura Ngurah Rai, Kemensos Beri Target 6 Bulan

Untuk mendukung upaya tersebut, panitia menyediakan lima titik tempat sampah terpilah di area Gedung Kesenian I Ketut Marya yang dibedakan menjadi kategori residu, organik, dan anorganik. Panitia juga menggandeng TPS3R Sadu Kencana Desa Dajan Peken serta petugas kebersihan UPTD Gedung Kesenian I Ketut Marya dalam proses pengelolaannya.

Meski fasilitas pemilahan telah disediakan, masih ditemukan sampah yang dibuang tidak sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. “Memang tidak kami awasi secara khusus, tetapi di setiap tempat sampah sudah ada informasi mengenai jenis sampahnya. Namun masih ditemukan sampah yang tidak sesuai kategori,” kata Dwipayana.

Baca juga:  Menteri LH Dijadwalkan Kunjungi Denpasar dan Badung Terkait Sampah

Ia menilai volume sampah yang terkumpul masih tergolong sedang untuk ukuran festival yang melibatkan sejumlah pelaku UMKM dan dikunjungi masyarakat umum. Namun demikian, langkah pemilahan tetap penting untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selain menyediakan fasilitas pemilahan sampah, panitia juga menggelar sarasehan bertajuk Fenomena Sampah Bali Masa Kini. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Bali-Nusra, Perbekel Desa Bengkel, dan TPS3R Sadu Kencana.

Baca juga:  Gegap Gempita Hari Kemerdekaan di Renon

Sarasehan diikuti kepala desa, bendesa adat, hingga kader PKK banjar. Melalui kegiatan itu, peserta diajak memahami pengelolaan sampah sesuai Surat Edaran Bupati Tabanan dan Peraturan Gubernur Bali tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dwipayana menegaskan persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, momentum festival dimanfaatkan sekaligus sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN