Evakuasi telur penyu di Pantai Camplung Singaraja.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dua sarang penyu hijau ditemukan di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Dari dua sarang tersebut, nelayan bersama relawan konservasi berhasil mengamankan sebanyak 182 butir telur penyu untuk mencegah ancaman predator, terutama anjing liar yang kerap berkeliaran di kawasan pesisir pantai.

Penemuan sarang penyu tersebut terjadi pada Kamis (4/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Dua ekor penyu hijau diketahui naik ke Pantai Camplung dan membuat sarang di dua lokasi berbeda.

Telur-telur yang ditemukan kemudian dievakuasi oleh nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung bersama Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri.

Ketua KUB Karang Gunung, Teguh, saat dikonfirmasi Minggu (7/6), mengatakan keberadaan sarang penyu pertama diketahui setelah telur-telur tersebut menjadi incaran anjing liar. Beruntung, nelayan dan relawan segera melakukan penyelamatan sehingga telur berhasil diamankan.

Baca juga:  Puluhan Pengunjung Tersengat, Sarang Lebah Dendeng Ai di Kebun Raya Bali Dievakuasi

“Dua ekor penyu naik ke pantai. Di titik pertama telur berhasil diamankan setelah sebelumnya diincar anjing liar. Sementara di titik kedua, salah seorang nelayan menunggui penyu saat bertelur sehingga sarang tersebut terhindar dari gangguan anjing,” ujarnya.

Dari sarang pertama, sebanyak 73 butir telur berhasil dievakuasi. Sedangkan pada sarang kedua ditemukan 109 butir telur. Dengan demikian, total telur penyu yang berhasil diamankan mencapai 182 butir.

Seluruh telur tersebut kemudian dipindahkan ke bak penampungan sementara yang telah disiapkan oleh relawan konservasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan peluang telur menetas karena lokasi sarang dinilai cukup rawan terhadap gangguan predator maupun faktor lingkungan lainnya.

Baca juga:  Gianyar Gelar "Nangluk Mrana" Digelar di Empat Pantai

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, mengatakan pemindahan telur merupakan upaya penyelamatan awal yang perlu dilakukan mengingat keberadaan anjing liar di sepanjang pantai masih menjadi ancaman bagi kelangsungan telur penyu.

Menurutnya, meskipun fasilitas penampungan yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi, pihaknya berupaya menciptakan kondisi yang mendekati habitat alami penyu agar proses inkubasi dapat berlangsung dengan baik.

“Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang,” katanya.

Baca juga:  Hujan Lebat di Singaraja Makan Korban, Ibu dan Anaknya Tewas

Sadwika menambahkan, musim bertelur penyu hijau di Pantai Camplung diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang. Karena itu, nelayan dan relawan akan terus melakukan pemantauan di sepanjang kawasan pantai guna memastikan setiap sarang yang ditemukan dapat terlindungi dari ancaman predator maupun gangguan lainnya.

“Ke depan diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian penyu hijau yang keberadaannya semakin terancam. Selain itu, keterlibatan masyarakat pesisir dalam kegiatan konservasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan populasi satwa laut,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN