Sopir Truk yang terlibat perkelahian di dalam areal Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu pagi (6/6) terkapar dan mendapat perawatan petugas kesehatan setempat. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Keributan yang melibatkan dua sopir kendaraan sempat terjadi di area parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (6/6). Insiden baku hantam ini dipicu kesalahpahaman saat antre masuk kapal hingga menyebabkan seorang sopir sempat tidak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.50 WITA. Dua pengemudi yang terlibat yakni sopir truk bernomor polisi N 8793 ET, AS (28), warga Banyuwangi, dan pengemudi kendaraan travel B 1233 NZG, RD (33), asal Jember.

Komandan Pos Angkatan Laut Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, kepada wartawan membenarkan adanya perkelahian yang terjadi di areal parkir pelabuhan ketika kendaraan sedang mengantre untuk menyeberang.

Baca juga:  Belasan Kardus Rokok Tanpa Cukai Diamankan

Kejadian bermula ketika AS sopir truk yang tengah beristirahat di dalam kabin truknya tertidur sambil menunggu antrean bergerak. Saat kondisi antrean mulai berjalan, RD kemudian membangunkan AS agar memajukan kendaraannya.

Karena baru terbangun dari tidur, AS disebut langsung mengoperasikan truknya secara refleks. Namun kendaraan yang dikemudikannya justru bergerak mundur dan menyenggol mobil travel milik RD yang berada tepat di belakangnya. Akibat benturan tersebut, kendaraan travel mengalami kerusakan.

Melihat mobilnya tersenggol, RS terpancing emosi. Adu mulut antara keduanya pun tidak terhindarkan hingga berujung perkelahian. Dalam insiden itu, AS mengalami pukulan di bagian wajah dan terjatuh hingga tidak sadarkan diri.

Baca juga:  Ternyata! Segini Jumlah Orang di KMP Yunicee

“Terjadi cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik. Salah satu pihak terkena pukulan dan sempat pingsan,” ujar Yuli.

Petugas keamanan pelabuhan yang berada di lokasi segera melerai pertikaian tersebut sebelum situasi semakin memanas. AS selanjutnya dievakuasi ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah kondisi sopir truk membaik, kedua sopir dipertemukan oleh petugas untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara musyawarah. Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai dan kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang masalah ke jalur hukum.

Baca juga:  Dilaporkan IPW atas Dugaan Terima Gratifikasi, Ini Kata Ganjar Pranowo

“Keduanya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan telah membuat surat pernyataan bersama,” kata Yuli.

Dalam surat tersebut, kedua pihak menyatakan tidak akan saling menuntut, baik melalui proses pidana maupun perdata. Setelah persoalan diselesaikan, masing-masing sopir kembali melanjutkan perjalanan.

Yuli juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian yang viral bukan merupakan aksi pengeroyokan, melainkan perkelahian yang melibatkan dua orang sopir akibat kesalahpahaman saat antre kendaraan menuju kapal penyeberangan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN