Petugas DLHK Kota Denpasar mengumpulkan sampah dari para peserta aksi bersih-bersih pantai ke dalam truk pengangkut di Pantai Padang Galak, Denpasar, Sabtu (6/6). Aksi ini diikuti dari lintas instansi pemerintahan, TNI, Polri, sekolah, dan masyarakat. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski peran serta masyarakat di Denpasar dalam melajutkan pemilahan sampah sudah dinilai sangat bagus, namun masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Untuk itu, sosialisasi pemilahan sampah masih terus gencar dilakukan. Termasuk pembagian komposter bag yang ditarget akhir Juni ini tuntas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Sabtu (6/6) mengatakan, sosialisasi dilakukan secara door to door yang juga menyasar pelaku pariwisata serta pelaku usaha. Sosialisasi ini juga bekerjasama dengan OPD lainnya seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perindag. “Kita optimalkan sosialisasi. Kita bekerjasama bersama semua pihak, termasuk Dinas Pariwisata dan Dinas Perindag,” katanya.

Baca juga:  Tak Hanya SMP PGRI 7 Denpasar, Ini Sekolah Lain yang Dibobol Taufik

Selain sosialisasi pembagian komposter bag terus dilakukan, terutama pada desa/keluarahan yang belum optimal. Saat ini telah ada 100 ribu lebih komposter bag dibagikan kepada masyarakat Denpasar. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menargetkan 176.000 komposter bag dibagikan kepada KK di Denpasar hingga akhir Juni nanti.

Putra Wibawa mengatakan, saat ini sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah riil terpilah. Demikian pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sudah mengalami peningkatan. “Kita evaluasi terus, kita tingkatkan terus dan berupaya meningkatkan operasional di TPST dan TPS3R,” katanya.

Baca juga:  Pantai Toya Pakeh Terkepung Sampah

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pembagian komposter bag digencarkan untuk memaksimalkan penanganan persampahan di hulu. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan pengolahan sampah organik di hulu secara mandiri. “Kami targetkan akhir bulan Juni pembagian komposter bag dapat mencapai target,” ujarnya.

Dengan belum meratanya pembagian komposter bag ini, menurutnya menjadi salah satu kendala pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Utamanya dalam penanganan sampah organik basah di tingkat rumah tangga. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Beri TPP ke Pegawai, Bangli Terapkan E-Kinerja
BAGIKAN