
MANGUPURA, BALIPOST.com – Agung Bagus Kade Kusimantara atau yang akrab disapa Gusdek kembali dipercaya memimpin Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Badung untuk periode 2026–2030. Usai resmi dilantik bersama jajaran pengurus baru, Gusdek langsung memasang target ambisius, yakni mengembalikan dominasi bola voli Badung dengan merebut kembali medali emas yang sempat lepas pada ajang Porprov Bali.
Pelantikan pengurus PBVSI Badung yang digelar Kamis (4/6) menjadi titik awal pembenahan dan penguatan program pembinaan atlet menuju berbagai ajang penting, termasuk Porprov Bali mendatang.
Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Umum KONI Badung Made Sutama, jajaran pengurus KONI Badung, serta pengurus Pengprov PBVSI Bali.
Gusdek yang memasuki periode ketiganya sebagai Ketua PBVSI Badung menegaskan, fokus utama kepengurusannya adalah membangun regenerasi atlet secara berkelanjutan melalui pembentukan tim bayangan yang dipersiapkan sejak dini.
Menurutnya, tim bayangan tersebut akan menjadi fondasi kekuatan Badung di masa depan. Atlet-atlet potensial yang masih berada dalam kategori usia pembinaan akan diberikan kesempatan mengikuti berbagai turnamen dan kompetisi sebagai bagian dari proses pematangan.
“Tim bayangan ini kami siapkan dari sekarang. Mereka akan rutin mengikuti berbagai kejuaraan sehingga memiliki pengalaman bertanding yang cukup. Selain itu, mereka juga akan menjadi partner latihan bagi tim inti sehingga persaingan dan kualitas pemain terus meningkat,” ujar Gusdek.
Tak hanya fokus pada bola voli indoor, PBVSI Badung juga bertekad mempertahankan prestasi di sektor bola voli pasir yang selama ini menjadi salah satu andalan Badung di tingkat provinsi.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, termasuk lapangan voli pasir di kawasan GOR Mengwi, pembinaan atlet usia dini akan semakin diperkuat untuk menciptakan regenerasi yang berkesinambungan.
Selain aspek atlet, PBVSI Badung juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan. Seiring meningkatnya jumlah turnamen antardesa dan kompetisi lokal, kebutuhan wasit berkualitas dinilai semakin mendesak.
Karena itu, program pelatihan dan peningkatan kompetensi wasit akan menjadi salah satu agenda prioritas selama empat tahun ke depan.
Untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi yang lebih tertata, PBVSI Badung juga akan menerapkan sistem zonasi wilayah yang dibagi menjadi zona barat, tengah, dan timur. Langkah ini diharapkan mampu menghindari benturan jadwal turnamen sekaligus menjaga antusiasme peserta dan pecinta bola voli.
Target utama yang diusung kepengurusan baru tetap jelas, yakni mengembalikan supremasi bola voli Badung di ajang Porprov Bali.
“Kami ingin merebut kembali medali emas yang sempat lepas. Evaluasi akan terus dilakukan agar Badung kembali menjadi kekuatan utama bola voli Bali,” tegas Gusdek.
Dukungan penuh datang dari Ketua PBVSI Bali, Nyoman Sukanada. Ia optimistis Badung mampu kembali menjadi barometer bola voli Bali apabila seluruh pengurus bekerja solid dan konsisten menjalankan program pembinaan.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Agung, Badung mampu mengembalikan prestasi yang sempat hilang. Sinergi organisasi dan pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Badung Made Sutama menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun prestasi olahraga secara terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, bola voli memiliki sejarah panjang sebagai salah satu cabang olahraga unggulan Badung yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi hingga level nasional.
“Badung dikenal sebagai salah satu barometer bola voli di Bali. Saya berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tradisi prestasi dan kembali melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Sutama.
Dengan dukungan 40 pengurus yang baru dilantik, PBVSI Badung kini menatap periode 2026–2030 dengan optimisme tinggi. Misi besar telah dicanangkan, mulai dari memperkuat pembinaan usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi dan perwasitan, hingga mengembalikan kejayaan Badung sebagai kekuatan utama bola voli Bali. (Suka Adnyana/balipost)










