Desa Adat Kapal kembangkan Pura Beji Dedari sebagai destinasi penglukatan profesional melalui pembangunan fasilitas dan pengelolaan BUPDA. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, terus memperkuat komitmen menjaga kesucian Pura Beji Dedari sekaligus mengembangkan potensinya sebagai destinasi penglukatan spiritual yang tertata dan profesional. Langkah konkret itu ditunjukkan melalui upacara melaspas sejumlah bangunan penunjang wisata di kawasan pura.

Sejumlah fasilitas yang dipelaspas meliputi Bale Pawedan, Bale Angklung, Bale Dapur, bale pesandekan, hingga fasilitas toilet. Seluruh bangunan tersebut dibangun untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan umat Hindu yang datang melakukan penglukatan atau penyucian diri di kawasan suci tersebut.

Kelihan Desa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana menegaskan bahwa upacara melaspas merupakan bagian penting dalam proses penyucian bangunan sebelum dimanfaatkan secara penuh. “Pada hari ini kami melaksanakan upacara untuk beberapa bangunan di Pura Beji Dedari, seperti Bale Pawedan, Bale Angklung dan bale pesandekan di sekitar kawasan Beji Dedari. Setelah pembangunan rampung, bangunan ini diupacarai melalui prosesi Tegak Pujawali di Pura Beji Dedari,” ujarnya.

Baca juga:  Sumber Air Pura Beji Dipercaya Obat ODGJ

Ia menjelaskan, tradisi penglukatan di Pura Beji Dedari telah berlangsung turun-temurun dan rutin dimanfaatkan masyarakat lokal. Meski belum sepopuler destinasi penglukatan lainnya di Bali, keberadaan Beji Dedari tetap dijaga oleh masyarakat adat. “Penglukatan disini memang dari dulu sudah ada dan sering dimanfaatkan masyarakat lokal untuk penyucian diri. Kami ingin menyebarluaskan informasi bahwa penglukatan Beji Dedari yang berada di Banjar Langon terbuka untuk masyarakat umum yang ingin melukat,” katanya.

Baca juga:  Kulon Progo Tawarkan Beragam Destinasi

Masyarakat yang ingin melakukan penglukatan pun tidak perlu prosedur rumit. “Cukup datang ke lokasi, nanti pemangku yang ada di rumah bagian depan akan membantu dan mengatur prosesi penglukatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian adat, budaya, dan nilai religius, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pengelolaan kawasan akan dilakukan secara profesional melalui Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) dengan melibatkan generasi muda. “Kami ingin penglukatan ini dikelola secara profesional melalui BUPDA sehingga mampu meningkatkan income desa. Selain itu, pemuda desa juga kami libatkan agar mereka memiliki peluang pekerjaan,” imbuhnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga kesucian kawasan Pura Beji Dedari agar tetap ajeg dan lestari sebagai warisan spiritual. “Kami berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Beji ini agar tetap ajeg dan lestari. Selain itu, mari meningkatkan nilai spiritual dengan melakukan penyucian diri secara pribadi,” tutupnya.

Baca juga:  Tarik Wisatawan, Lobar Gelar Blibli Mekaki Marathon

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Badung turut memberikan dukungan berupa dana punia sebesar Rp25 juta yang diserahkan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra mewakili Bupati Badung.

Kegiatan ini juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung Luh Suryaniti, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, serta undangan lainnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN