Salah satu sekolah rusak di Bangli. Tiga sekolah di Kabupaten Bangli dipastikan mendapatkan bantuan program revitalisasi fisik dari pemerintah pusat pada 2026. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Tiga sekolah di Kabupaten Bangli dipastikan mendapatkan bantuan program revitalisasi fisik dari pemerintah pusat pada tahun ini. Tiga sekolah tersebut terdiri dari dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Disdikpora Bangli, Ni Nengah Apriani, menjelaskan bahwa kepastian ini didasarkan atas adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Berita Acara bersama pihak terkait. “Yang sudah pasti ada tiga sekolah. Itu yang sudah dapat PKS dan berita acara,” katanya, Rabu (3/6).

Baca juga:  Masih Ada Siswa Tercecer Tak Dapat Sekolah, Ini Kata Wagub Cok Ace

Tiga sekolah tersebut, yakni, SD Belandingan, SD 4 Sulahan, dan SMPN 4 Bangli. Nilai bantuannya bervariasi. SMPN 4 Bangli mendapat alokasi sekitar Rp 1,8 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, serta pembangunan ruang administrasi baru. Sedangkan dua SD tersebut estimasi nilai bantuannya masing-masing sekitar Rp 1,1 miliar untuk rehabilitasi beberapa ruang kelas, ruang perpustakaan, hingga fasilitas toilet.

Apriani mengatakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pola pengerjaan proyek revitalisasi sekolah nantinya akan tetap menggunakan sistem swakelola oleh pihak sekolah. Terkait jadwal dimulainya pengerjaan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.

Baca juga:  Hasil Verifikasi Faktual PPDB SMP, Puluhan Siswa Jalur Zonasi Jarak Terdekat Gugur

Pengalaman tahun lalu, pengerjaan fisik baru dimulai sekitar bulan September atau Oktober. Apriani mengakui karena waktu pengerjaan relatif singkat, ada lima sekolah yang sempat mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan dan dikabulkan oleh pusat. “Kendalanya karena waktunya mepet, lokasi jauh, dan pas waktu itu waktu itu hujan-hujan,” jelasnya

Disdikpora Bangli belum dapat memastikan apakah akan ada sekolah lain yang menyusul di panggil pusat untuk menerima bantuan revitalisasi tahun ini. Kendati demikian, jika berkaca pada pengalaman tahun lalu, Kabupaten Bangli sempat menerima bantuan serupa dalam dua tahapan berbeda yang menyasar total 14 sekolah dengan nilai mencapai Rp17,1 miliar.

Baca juga:  Karangasem Terima 235 Unit Bantuan Rehab Rumah Senilai Rp 4,7 Miliar

Apriani tidak menampik bahwa jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana di wilayah Bangli sebenarnya masih sangat banyak. Selama ini pengusulan bantuan ini dilakukan langsung oleh pihak sekolah secara mandiri ke pusat melalui data pokok pendidikan (dapodik).

“Selama ini kita imbau sekolah untuk selalu meng-update data Dapodik mereka. Melalui data itulah pusat akan menilai secara sekolah mana yang tingkat kerusakannya paling mendesak dan urgen untuk dibantu,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN