Kondisi jalan rusak dan berlubang di Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ruas jalan tersebut tidak hanya menjadi akses utama masyarakat setempat, tetapi juga jalur alternatif menuju Denpasar melalui Desa Wanagiri.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan. Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen, mengingat penanganan selama ini hanya berupa penambalan yang tidak bertahan lama.

Perbekel Desa Tegallinggah, I Ketut Mudarna, dikonfirmasi Jumat (29/5) mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak tahun 2014. Ruas yang mengalami kerusakan membentang dari kawasan SD Negeri 2 Tegallinggah di Banjar Dinas Bukitsari hingga menuju wilayah Desa Wanagiri.

Baca juga:  Tiga Puluh Persen Kondisi Gedung SD di Tabanan Rusak

Menurutnya, keluhan warga terkait kondisi jalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Namun, pihak desa terus memberikan pemahaman kepada masyarakat karena keterbatasan anggaran daerah.

“Jalan ini sudah rusak sejak 2014. Banyak warga mengeluh karena jalan ini merupakan akses penting masyarakat sekaligus jalan alternatif menuju Denpasar lewat Wanagiri. Selama ini perbaikan hanya dilakukan dengan penambalan, tetapi tidak bertahan lama dan kembali rusak,” ujarnya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Rusak Belasan Ruas Jalan di Tabanan, Penanganan Diusulkan Lewat BTT

Mudarna menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait usulan perbaikan jalan tersebut. Bahkan saat kunjungan Wakil Bupati Buleleng ke wilayah setempat, persoalan jalan rusak kembali menjadi perhatian warga.

“Pak Wakil Bupati menyampaikan rencana perbaikan kemungkinan dilakukan pada perubahan anggaran 2026. Jika belum memungkinkan, kemungkinan dilaksanakan pada 2027,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengakui kondisi jalan di Desa Tegallinggah memang mengalami kerusakan cukup parah dan perlu segera mendapat penanganan.

Menurut Supriatna, Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana melakukan peningkatan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer pada tahun depan. Namun pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Baca juga:  Petani di 16 Subak Keluhkan Kekeringan

“Kami melihat langsung kondisi jalan di Tegallinggah memang rusak parah dan masih banyak berlubang. Kami mohon maaf kepada masyarakat karena tahun ini belum bisa dikerjakan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini masih harus membagi anggaran untuk sejumlah program prioritas lainnya, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat.

“Kami mohon masyarakat maklum karena keterbatasan anggaran. Semua pembangunan infrastruktur akan dikerjakan secara bertahap. Sementara, kalau ada sisa aspal, akan dilakukan penambalan sambil menunggu peningkatan jalan direalisasikan,” tandasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN