Kondisi pasar Taman Sari sebelum dilakukan penataan. (BP/bit)

 

SINGASANA, BALIPOST.com – Wajah Pasar Taman Sari di areal Taman Perjuangan, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, bakal berubah total pada 2026. Tak sekadar menjadi tempat transaksi tradisional, pasar ini juga disiapkan menjadi ruang publik baru dengan konsep modern melalui pembangunan coffee shop berdesain perahu di lantai dua bangunan.

Penataan pasar yang berada di jantung Kota Tabanan tersebut dianggarkan Rp6,8 miliar lebih melalui APBD Tabanan. Pengerjaan fisik ditarget dimulai awal Juni 2026 dan rampung pada akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Partana, Rabu (27/5), mengatakan revitalisasi dilakukan lantaran kondisi bangunan pasar saat ini sudah tidak layak. Kerusakan paling parah terjadi pada blok timur, terutama pada bagian atap asbes yang banyak berlubang sehingga menyebabkan area pasar sering becek saat hujan.

Baca juga:  Pasar Takjil di Jalan Jeruk Singaraja Selalu Ramai Saat Ramadhan

Menurutnya, konsep penataan kali ini berbeda dibanding pasar tradisional pada umumnya. Lantai dasar tetap difungsikan sebagai area pasar, sementara di lantai dua akan dibangun bangunan ikonik berbentuk perahu yang dimanfaatkan sebagai coffee shop. “Konsep perahu ini merupakan arahan langsung Bupati Tabanan agar selaras dengan penataan kawasan Taman Perjuangan dan lingkungan sekitar Taman Makam Pahlawan,” ujarnya.

Selain memperkuat estetika kawasan, keberadaan coffee shop tersebut juga diharapkan mampu menarik generasi muda datang ke kawasan pasar. Dengan begitu, Pasar Taman Sari tidak hanya hidup pada pagi hari sebagai pusat transaksi tradisional, tetapi juga berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat.

Baca juga:  Pemprov Bali Perlu Bentuk BUMD Pangan

Partana menambahkan, pembangunan dilakukan dalam dua blok dengan prioritas pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan berat. Saat ini proyek masih menunggu penyelesaian administrasi lelang sebelum pengerjaan fisik dimulai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan, I Gde Sukanada, memastikan para pedagang sudah mendapat sosialisasi terkait penataan tersebut. Selama proses revitalisasi berlangsung, pedagang direlokasi ke area sebelah utara pasar. “Pedagang sudah menyanggupi relokasi. Aktivitas jual beli juga relatif berlangsung singkat karena transaksi umumnya selesai sekitar pukul 07.00 pagi,” jelasnya.

Baca juga:  Pembangunan Pasar Blok A Semarapura Dianggarkan Rp 11 Miliar

Di Pasar Taman Sari tercatat terdapat sekitar 70 pedagang, meski yang aktif berjualan sehari-hari sekitar 38 orang. Pemerintah memastikan penataan pasar tidak sampai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN