Beberapa buruh sedang mengerjakan proyek pembangunan tembok dan gapura Setra Badung di Denpasar, Senin (25/5). Pemkot Denpasar menggelontorkan anggaran sekitar 12,9 miliar rupiah untuk penataan setra ini. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setra Badung mulai ditata terutama menyasar pagar atau tembok panyengker, candi bentar, serta joging track. Penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) ini dianggarkan senilai Rp12,9 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja saat diwawancarai, Senin (25/5), mengatakan, pekerjaan fisik proyek penataan ini telah dimulai sejak 12 Mei lalu. Proyek ditargetkan rampung pada 7 Desember 2026. Penataan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemkot dalam meningkatkan kualitas sarana publik sekaligus menjaga estetika dan fungsi kawasan setra sebagai ruang sakral dan sosial masyarakat.

Baca juga:  Kualitas Rumput Dipta akan Sama dengan GBK

Adapun pekerjaan utama dalam proyek tersebut yakni perbaikan tembok panyengker sepanjang kurang lebih 1.200 meter yang selama ini mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kemudian, perbaikan candi bentar serta pembangunan pagar keliling guna memperkuat batas kawasan setra. Selain itu juga dilakukan pembangunan joging track di kawasan sekitar untuk mendukung akses dan kenyamanan masyarakat.

Saat ini pembongkaran tembok panyengker di beberapa titik sudah dilakukan. Beberapa pohon juga dipotong untuk kepentingan proyek ini.

Baca juga:  Penataan Kawasan Pura Besakih

Penataan kawasan Setra Badung dinilai penting mengingat kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat dan keagamaan masyarakat Hindu di Denpasar, namun juga menjadi ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial maupun olahraga. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN