
DENPASAR, BALIPOST.com – Anjing Kintamani kembali menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Seekor Anjing Kintamani bernama Asih, koleksi Taman Penangkaran Anjing Kintamani milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang PERKIN Bali Dog Show 2026 yang digelar di Area Dermaga Kedisan, Batur, Kintamani, pada 23–24 Mei 2026.
Ajang bergengsi tingkat nasional yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-822 Kota Bangli itu diikuti breeder dan pecinta anjing dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Surabaya hingga Malang. Kompetisi berlangsung ketat menghadirkan peserta-peserta terbaik dari berbagai kategori.
Dalam kategori Open Female atau betina dewasa kelas open, terdapat tujuh peserta yang bersaing memperebutkan posisi terbaik. Asih, anjing betina kelahiran 23 Agustus 2023 yang kini berusia sekitar 2 tahun 9 bulan, sukses mencatatkan prestasi dengan meraih juara 3 sebanyak dua kali dalam dua sesi penilaian berbeda di hari yang sama.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti kualitas dan konsistensi Asih di mata para juri, mengingat masing-masing sesi dinilai oleh dewan juri berbeda yang terdiri dari juri nasional maupun internasional. Ada pun dewan juri dalam perlombaan tersebut, yakni Petru Muntean asal Romania, Martin Riady, Deddy Tjahjono, serta Dr. Sugandi Hartanto dari Indonesia.
Penilaian dalam kompetisi tidak hanya melihat penampilan fisik semata, tetapi juga mencakup kesehatan kulit dan bulu, struktur anatomi tubuh, karakter anjing, riwayat vaksinasi, kepatuhan terhadap perintah, hingga silsilah Anjing Kintamani.
Kepala Distan Pangan Bali, I Wayan Sunada, mengapresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Asih menjadi bukti bahwa upaya pelestarian plasma nutfah lokal Bali dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan daya saing Anjing Kintamani di tingkat nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tim Taman Penangkaran Anjing Kintamani Baturiti yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam menjaga serta mengembangkan Anjing Kintamani Bali. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga kebanggaan masyarakat Bali karena Anjing Kintamani merupakan warisan genetik dan budaya lokal yang harus terus dilestarikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5).
Ia berharap capaian tersebut dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan, pemeliharaan yang bertanggung jawab, serta pengembangan Anjing Kintamani sebagai identitas khas Bali yang telah diakui secara internasional.
Sebagai peraih Juara 3 kategori Open Female, Asih memperoleh penghargaan berupa pin medali dari panitia penyelenggara. Ajang PERKIN Bali Dog Show 2026 pun dinilai menjadi sarana penting untuk mendukung pelestarian dan pengembangan Anjing Kintamani melalui kompetisi yang sehat, edukatif, dan berorientasi pada kesejahteraan hewan.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap ras anjing lokal asli Indonesia, khususnya Anjing Kintamani Bali yang menjadi salah satu identitas budaya Pulau Dewata. (Ketut Winata/balipost)









