Salah satu peternakan babi di Gianyar. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Kasus penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika kembali merebak dan mengancam para peternak di Kabupaten Gianyar. Puluhan ekor babi di tiga wilayah, yakni Temesi, Payangan, dan Blahbatuh, dilaporkan mati setelah terjangkit virus mematikan tersebut.

​Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta, Minggu (24/5), membenarkan adanya temuan kasus tersebut. Menurutnya, serangan virus ASF ini telah dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium. ​”Kasus ASF pada ternak babi telah terjadi di Temesi, Blahbatuh, dan Payangan. Seperti kasus babi yang mati di Temesi, itu sudah ada hasil labnya dan dinyatakan positif ASF,” ujar Suarta.

Baca juga:  Penuhi Syarat Pengiriman ke Luar, Puluhan Ribu Babi di Bangli Disasar Vaksinasi

​Sementara itu, Plt. Kabid Keswan Dinas Pertanian Gianyar, drh. Made Dwi Temaja seizin Plt. Kadistan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pergerakan virus ASF ini awalnya merebak dari Kabupaten Tabanan kemudian bergeser ke Kabupaten Badung. Akibat tingginya lalu lintas ternak dan pakan, virus tersebut sempat merebak ke Bangli sebelum akhirnya masuk ke wilayah Gianyar pada awal Mei 2026.

​”Memasuki awal Mei 2026, kasus ASF ini mulai menyerang ternak babi di Temesi. Selain karena jaraknya yang berdekatan dengan Bangli, faktor lalu lintas orang, ternak, dan pakan menjadi pemicu masuknya virus ini ke Gianyar melalui Temesi,” jelas Dwi Temaja.

Baca juga:  Kabar Duka!! Bali Tambah Jumlah Kematian COVID-19 Harian Tertinggi

​Tidak berhenti di sana, virus kini telah menyebar ke sentra peternakan babi di wilayah Payangan dan terbaru sudah muncul di Kecamatan Blahbatuh. Jika dikalkulasi, jumlah babi yang terserang ASF di tiga wilayah tersebut (Temesi, Payangan, dan Blahbatuh) diperkirakan sudah mencapai sekitar 50 ekor.

​Mengantisipasi perluasan penularan yang lebih masif, Dwi Temaja mengimbau seluruh peternak babi di Kabupaten Gianyar untuk memperketat sanitasi dan menerapkan sistem biosecurity secara ketat di area kandang. Langkah-langkah pencegahan yang wajib dilakukan oleh peternak adalah penyemprotan disinfektan secara rutin, melakukan sterilisasi berkala di area kandang dan sekitarnya, membatasi orang asing atau kunjungan luar untuk masuk ke dalam area kandang, peternak diwajibkan mandi dan membersihkan diri sebelum memasuki kandang, serta menyemprotkan disinfektan pada pakaian/tubuh, dan ebelum pakan dibawa masuk, pakan yang terbungkus karung harus dijemur terlebih dahulu di bawah sinar matahari langsung, dan karungnya wajib disemprot disinfektan.

Baca juga:  Pelanggar Lalu Lintas Diajak Joged

​Dinas Pertanian berharap dengan kesadaran dan disiplin tinggi dari para peternak dalam menjaga kebersihan lingkungan kandang, mata rantai penyebaran virus ASF di Kabupaten Gianyar dapat segera diputus. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN