
GIANYAR, BALIPOST.com – Nasib nahas menimpa seorang pria di Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Sabtu (23/5). Korban terjatuh dari pohon enau (aren) setinggi sekitar 12 meter setelah tali pengaman yang digunakannya tiba-tiba putus saat sedang memanen air nira.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami cedera serius berupa patah tulang belakang.
Korban diketahui bernama I Gede Rupada (28), seorang warga yang berasal dari Desa Depeha, Kabupaten Buleleng. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah memanen air nira atau tuak di kebun milik Made Naru yang berlokasi di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Korban memanjat pohon enau seorang diri untuk mengambil hasil sadapan nira.
Namun, ketika berada di atas pohon, tali pengikat yang melingkar di pinggangnya mendadak putus. Kehilangan keseimbangan, korban langsung jatuh terhempas ke tanah dari ketinggian sekitar 10 hingga 12 meter.
Akibat benturan keras, korban mengalami cedera patah tulang belakang hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Mengingat lokasi kebun yang cukup jauh dari permukiman warga, insiden tersebut tidak langsung diketahui oleh orang lain.
Baru sekitar pukul 13.00 WITA, seorang warga bernama I Wayan Sudiarsa (30) yang kebetulan melintas di sekitar lokasi mendengar suara teriakan rintihan minta tolong dari arah dalam kebun. Penasaran, saksi kemudian mendekati sumber suara dan menemukan korban sudah dalam kondisi tergeletak lemas di tanah sambil menahan sakit yang luar biasa.
Melihat kondisi korban, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan, Aiptu I Nyoman Sutama, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) begitu menerima laporan dari lapangan. “Informasi kami terima dari Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan bahwa salah satu warga yang bekerja sebagai petani nira terjatuh dari pohon enau dengan ketinggian sekitar 12 meter. Kami langsung menggerakkan anggota TRC untuk melaksanakan evakuasi bersama rekan-rekan PMI dan armada ambulans,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, PMI Gianyar, serta dibantu oleh warga setempat. Karena kondisi korban yang mengalami cedera tulang belakang, petugas harus ekstra hati-hati mengangkat korban menggunakan tandu dari dalam kebun menuju mobil ambulans.
“Setelah proses evakuasi yang berjalan lancar, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Mengingat lokasi rujukan yang paling dekat berada di wilayah Badung Utara, korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Windu Usada,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)










