Jenazah almarhum disemayamkan di RSAD Udayana Sudirman hingga 24 Mei 2026. (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Duka mendalam menyelimuti dunia seni, budaya, dan fotografi Bali atas berpulangnya budayawan sekaligus fotografer senior Bali, Widyana Sudibya. Sosok yang akrab disapa Pak Wid itu dikenang keluarganya sebagai penjaga memori budaya Bali melalui ribuan dokumentasi foto yang selama puluhan tahun merekam denyut tradisi Pulau Dewata.

Putra almarhum, Gde Jiesta Sudibya, mengungkapkan sang ayah memiliki kecintaan luar biasa terhadap budaya Bali, khususnya dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan adat dan upacara keagamaan.

“Bapak hampir tidak pernah meninggalkan kegiatan budaya seperti PKB, kegiatan agama di Pura Besakih dan pura-pura lainnya di Bali. Beliau memang sangat cinta budaya,” ungkapnya, Sabtu (23/5).

Baca juga:  DLHK Badung Usut Dugaan Pembuangan Limbah di Pantai Suluban, Ini Hasilnya

Pihak keluarga juga menyampaikan, sebelum meninggal dunia almarhum sempat mengalami gangguan kesehatan pada bagian pencernaan dan didiagnosis mengalami tumor usus.

Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di RSAD Tingkat II Udayana hingga 24 Mei 2026. Seementara upacara pengabenan dan memukur akan dilaksanakan pada Senin (25/5) di Krematorium Punduk Dawa.

Kepergian Pak Wid meninggalkan jejak besar bagi pelestarian budaya Bali. Dengan kamera di tangan, ia tak sekadar memotret, tetapi juga merawat sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya Bali agar tetap hidup lintas generasi.

Baca juga:  Sejak 2015, Ratusan Orang di Jembrana Meninggal Karena HIV/AIDS

Pak Wid dikenal sebagai pribadi multitalenta. Latar belakangnya sebagai insinyur mampu dipadukan dengan kecintaan mendalam terhadap seni, adat, dan budaya Bali. Dedikasinya terhadap dunia fotografi membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan fotografi budaya di Bali.

Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Perhimpunan Fotografer Bali (PFB). Kecintaannya terhadap tradisi Bali membuat dirinya dipercaya menjadi humas foto di Pura Agung Besakih.

Hampir seluruh momentum budaya penting di Bali pernah diabadikan melalui lensa kameranya.

Baca juga:  Dari Kedatangan Kapal Pesiar Keempat, Hasil Rapid Test Belasan ABK Positif COVID-19

Dokumentasi pementasan seni di Taman Budaya Bali Art Centre saat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali menjadi salah satu warisan visual paling berharga yang dimiliki almarhum. Kehadirannya hampir tidak pernah absen dalam setiap kegiatan budaya maupun ritual keagamaan di Bali.

Bagi masyarakat Bali, Widyana Sudibya bukan hanya seorang fotografer atau budayawan. Ia adalah penjaga ingatan budaya Bali, sosok yang mengabdikan hidupnya untuk memastikan tradisi, seni, dan spiritualitas Bali tetap lestari dan dapat dikenang oleh generasi mendatang. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN