
SINGASANA, BALIPOST.com – Suasana pusat Kota Singasana bakal berubah mulai pekan ini. Seiring relokasi sementara Pasar Senggol ke kawasan Gedung I Ketut Maria, ruas Jalan Parkit resmi ditutup total dan disulap menjadi area utama aktivitas kuliner malam.
Penutupan jalan dilakukan mulai Kamis (21/5) sebagai bagian dari penataan kawasan Jalan Gajah Mada yang segera digarap Pemerintah Kabupaten Tabanan. Dampaknya, Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik sekitar lokasi pasar senggol baru.
Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Murdika mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar di tengah perpindahan aktivitas pedagang senggol. Menurutnya, selama proses awal relokasi, arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada masih diberlakukan normal. Sebab, kawasan tersebut untuk sementara dikosongkan sebelum proyek penataan dimulai. “Untuk sementara arus lalu lintas masih seperti biasa karena Jalan Gajah Mada diasumsikan kosong,” ujarnya.
Selain menutup total Jalan Parkit yang tembus ke Jalan Kaswari menuju Jalan Gunung Agung, Dishub juga melakukan pembatasan akses dari kawasan Sagung Wah ke arah barat serta Jalan Gelatik. Penutupan bersifat situasional guna memberi ruang bagi aktivitas pedagang maupun pengunjung pasar malam tersebut.
Mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub menyiapkan sejumlah kantong parkir di sekitar Gedung Maria. Lokasinya tersebar di sisi Jalan Kaswari, timur Gedung Maria, Jalan Gunung Batur, hingga Jalan Gunung Semeru. Bahkan area parkir dimungkinkan meluas sampai Jalan Gunung Agung sisi timur gedung.
Pengaturan parkir ini hanya diberlakukan saat pasar senggol beroperasi, yakni mulai pukul 16.00 WITA hingga 23.00 WITA. Di luar jam tersebut, kondisi lalu lintas dan parkir dipastikan kembali normal seperti biasa.
Sementara itu, terkait kemungkinan rekayasa arus lanjutan saat proyek fisik penataan Jalan Gajah Mada mulai berjalan, Dishub masih menunggu koordinasi dengan Dinas PUPR Tabanan. Keputusan perubahan jalur kendaraan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan proyek setelah proses tender rampung. (Puspawati/balipost)










