Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda bersama jajaran TNI, didampingi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par dan Forkopimda saat penutupan Program TMMD ke-128 Kodim 1623/Karangasem di Lapangan Alasngandang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kamis (21/5) kemarin.(BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1623/Karangasem di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang yang sebelumnya sudah berjalan satu bulan penuh secara resmi ditutup, di Lapangan Alasngandang, Kamis (21/5) kemarin. Dari kegiatan TMMD ini dilakukan pembangunan rambat beton hingga perbaikan RTLH warga setempat.

Dalam amanat Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit, pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat aktif menyukseskan TMMD di Karangasem. Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga tumbuhnya semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“TMMD menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat aspek sosial dan ekonomi warga,” ucapnya.

Baca juga:  BVA Fokus Garap "Quality Tourism"

Gunarda mengatakan, untuk sasaran fisik yang dibangun yakni, rabat beton jalan dengan ukuran panjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter dan Tebal 0,15 meter, pembuatan dinding penahan tanah (DPT) 5 titik dengan volume 343,12 meter pembuatan dua titik beton cyclop dengan ukuran panjang 120 cm, lebar 60 cm, tinggi 60 cm dan ukuran panjang 100 meter, lebar 60 cm, tinggi 60 cm, dan pembuatan 4 titik gorong-gorong dan 5 pasang leneng. Dan sasaran fisik tambahan juga melalukan rehab RTLH untuk sejumlah rumah warga setempat.

“Selain membangun jalan progam TMMD ini juga menghadirkan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kepada masyarakat seperti pembangunan rumah tidak layak huni 5 unit, pembuatan lapangan bola volly, pembuatan MCK, kebutuhan air bersih dengan pipanisasi sepanjang 1000 meter, pembuatan sumur bor serta kegiatan penyuluhan penyuluhan kepada warga masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan dan masih banyak hal lain kegiatan positip yang bermanfaat bagi warga masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Bupati PAS Instruksikan Bentuk Tim Pembebasan Lahan Shortcut

Dia menjelaskan, kalau kegiatan TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik berupa jalan rabat beton sepanjang 1.450 meter, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat lainnya. “Kami juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelansya.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan jalan rabat beton ini menjadi solusi mengatasi kesulitan akses jalan yang dinantikan warga Dusun Kubakal selama ini, tentu manfaat utamanya untuk meningkatkan transportasi di pedesaan, dan memperlancar serta mendongkrak ekonomi lokal melalui efisiensi pengangkutan hasil pertanian dan peternakan.

Baca juga:  Jalan ke Pasar Karangsokong Dikeluhkan, Bertahun-tahun Rusak Tak Ada Perbaikan

Sementara itu, Satgas TMMD ke- 128 Kodim 1623/Karangasem Letkol Inf Gurbasa Samosir menjelaskan, kalau program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” itu menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.

“TMMD bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari perubahan nyata yang membuka akses, memperkuat fasilitas desa, dan menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui TMMD, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali ditegaskan sebagai kekuatan penting dalam membangun desa dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga pelosok daerah,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost).

 

BAGIKAN