Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah warga Pesanggaran mengutarakan kekhawatiram terhadap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Kekhawatiran itu karena dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman, jalur pariwisata, serta area yang dianggap suci oleh masyarakat adat setempat.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta memberikan tanggapan. Ia menegaskan, kerja sama pembangunan proyek itu telah diputuskan dan tidak ada alasan untuk menghentikannya.

Pemerintah Provinsi Bali memastikan pembangunan PSEL tetap berjalan karena telah menjadi keputusan pemerintah pusat sekaligus bagian dari solusi penanganan sampah Bali.

Baca juga:  Rekomendasi PDIP untuk Pilkada Denpasar Sudah Keluar

“Kami pikir ini sudah selesai untuk urusan kerjasamanya. Dan itu sudah diputuskan dari situ,” ujar Giri Prasta saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Bali, di Kantor DPRD Bali, Senin (18/5).

Mantan Bupati Badung dua periode itu meminta seluruh pihak mendukung pembangunan PSEL yang disebutnya berbeda dengan sistem pembuangan sampah konvensional karena tidak lagi mengandalkan penimbunan sampah.

“Dan semoga nanti semua pihak harus mendukung. Nanti tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung. Karena PSEL ini sekali lagi, ini sama sekali tidak menimbun sampah,” tegasnya.

Baca juga:  Bali dan 4 Provinsi Ini Alami Peningkatan Kasus COVID-19

Meski proyek dipastikan tetap berjalan, Giri Prasta mengakui pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern itu masih membutuhkan waktu sebelum dapat beroperasi penuh. Karena itu, masyarakat diminta bersabar selama proses pembangunan berlangsung.

“Cuma kita sekarang harus bersabar, kaitannya dengan pembangunan nanti,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek PSEL Denpasar Raya merupakan program pemerintah pusat yang mendapat dukungan pendanaan melalui Danantara. Pemerintah berharap fasilitas tersebut nantinya mampu menjadi model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan Bali terhadap sistem pembuangan akhir.

Baca juga:  Tambahan Ada di Bawah 200 Kasus COVID-19, 3 Zona Orange Sumbang 1 Digit

“Dan semoga nanti ke depan dengan PSEL ini selesai Bali ini bisa dijadikan salah satu role model tingkat nasional,” tutupnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN