Dua pelajar Badung, I Made Dwi Satya Kurniawan dan Vadeline Angelia lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dua pelajar terbaik, I Made Dwi Satya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara dan Vadeline Angelia dari SMA JB School, sukses menembus seleksi Paskibraka tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadi tonggak sejarah, karena untuk pertama kalinya Badung mengirimkan wakil untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil kerja keras bersama.

“Astungkara tahun ini pemerintah Kabupaten Badung berhasil pecah telur, kita berhasil mengirim kontingen ke tingkat nasional dua orang,” ujar Arimbawa, Minggu (17/5) malam.

Baca juga:  WBF Rock Music Festival Give Appreciation to Bali Rock Musician

Ia menegaskan, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pembinaan di sekolah hingga dukungan penuh pemerintah daerah. Selain dua wakil ke tingkat nasional, delapan pelajar lainnya juga berhasil lolos ke tingkat provinsi.

“Astungkara ini sebuah pencapaian yang luar biasa, berkat siapa, berkat semuanya. Berkat kerja sama semua, bimbingan senior-senior mereka di Duta Pancasila dan juga dari teman-teman di Kesbangpol serta dukungan dari pimpinan kami, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Ketua Tim Penggerak PKK,” ungkapnya.

I Made Dwi Satya Kurniawan mengaku bangga bisa mewakili Badung di tingkat nasional. Ia menyebut proses yang dilalui tidak mudah dan membutuhkan persiapan sejak dini. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas semua dukungan yang telah diberikan,” ucap Dwi.

Baca juga:  Sebanyak 72 Orang Paskibraka Bali Siap Kibarkan Bendera Pusaka

Ia menjelaskan, persiapan sudah dilakukan sejak mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah, termasuk latihan psikotes, wawancara, hingga pengenalan seni budaya Bali.

“Untuk persiapan khusus, ada yang pertama itu latihan psikotes, termasuk psikologi dan juga wawancara. Setelah itu ada juga untuk tarian dan juga alat musik Bali. Kita berlatih seperti itu,” paparnya.

Hal senada disampaikan Vadeline Angelia. Ia merasa bersyukur bisa lolos ke tingkat nasional meski harus melalui berbagai tantangan, termasuk mempelajari tari tradisional Bali dari nol.

Baca juga:  Dua Penjabat Badung Raih 'ASN Talent 2024' dan 'ASN Berprestasi 2023'

“Untuk persiapan khusus ada yang pertama psikotes, kemudian ada mempelajari tari-tari dari Bali dan sejarah-sejarah budaya dari Bali. Kemudian tentu saja kita belajar PBB dan tetap menjaga kebugaran tubuh supaya tetap sehat,” ungkap Angelia.

Menurutnya, proses tersebut tidak selalu mudah, namun dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan. “Menurut saya cukup sulit namun karena berkat dukungan teman-teman, Pemerintah Kabupaten Badung, dan kakak-kakak DPPI (Duta Pancasila Paskibraka Indonesia) sekalian, saya bisa menjalaninya dengan lancar,” katanya. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN