
MANGUPURA, BALIPOST.com – Berdasarkan data pasar fragrance internasional, parfum wanita saat ini mendominasi sekitar 57 persen volume pasar global. Aroma bernuansa Timur Tengah yang saat ini tengah menjadi tren global, termasui di pasar Indonesia. Demikian mengemuka acara bertajuk “Scents from the Island of the God: Her Story of Scents” yang digelar di Le Méridien Jimbaran Bali, Senin (11/5).
Menurut kreator aroma parfum, Christian Plesch, tren tersebut sejalan dengan perkembangan industri fragrance global yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ia mengungkapkan aroma floral dan oriental tercatat mendominasi lebih dari 61 persen formulasi parfum wanita, menunjukkan besarnya minat konsumen terhadap karakter aroma yang kaya, hangat, dan berkesan elegan.
Senior Perfumer Dullberg Konzentra ini menyebutkan bagi perempuan Indonesia, aroma bukan sekadar wangi. Ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dari rempah-rempah hangat di dapur, bunga-bunga yang digunakan dalam upacara adat, hingga harum kue dan jamu tradisional yang diwariskan turun-temurun, aroma selalu hadir menemani perjalanan hidup perempuan Indonesia. Di balik setiap wewangian, tersimpan memori, tradisi, kenyamanan, dan emosi yang begitu dekat dengan keseharian.
Sementara itu, Lina Neimann, Product Marketing Dullberg Konzentra mengatakan kehadiran Christian Plesch menjadi salah satu sorotan utama karena ia turut memperkenalkan beberapa koleksi niche hasil kreasinya sendiri, dengan karakter aroma elegan. Karakter ini dinilai sangat mudah diterima pecinta parfum di Indonesia.
Kehadiran koleksi ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut momentum Hari Raya Iduladha, di mana aroma-aroma dengan karakter oriental, spicy, dan warm notes semakin diminati masyarakat.
Sebagai importir dan distributor resmi Dullberg Konzentra di Indonesia, Konzentrindo Aroma Nusantara menegaskan komitmen menjaga kualitas produk yang diterima pelanggan melalui sistem distribusi yang terjamin, mulai dari proses impor, penyimpanan, hingga pengemasan produk.
“Kami melihat perkembangan ini sebagai peluang besar bagi industri parfum Indonesia untuk terus berkembang dengan menghadirkan bahan baku fragrance berkualitas tinggi dan berstandar internasional,” ujar Lina Soekisno, selaku Managing Director Konzentrindo Aroma Nusantara dalam keterangan tertulisnya.
Mulai dari pengenalan karakter aroma, tren parfum global, hingga wawasan mengenai kualitas bahan baku fragrance menjadi bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan industri parfum nasional yang semakin kompetitif dan kreatif.
Melalui “Her Story of Scents”, diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih personal mengenai dunia aroma sekaligus memperlihatkan fragrance tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup modern, tetapi juga bagian dari identitas dan perjalanan emosional masyarakat Indonesia. (kmb/balipost)

