Dua anak sedang melihat kambing yang dijual untuk hewan kurban. (BP/Eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Badung memastikan keamanan daging kurban. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyiagakan 184 petugas melakukan pemeriksaan hewan kurban di 62 titik yang tersebar di seluruh wilayah Badung.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menegaskan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, sebelum hingga setelah pemotongan.

“Pemeriksaan dilakukan mulai ante mortem pada 26 Mei 2026, kemudian dilanjutkan post mortem pada 27 sampai 29 Mei 2026,” ujar Raka Sukadana saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Ia menjelaskan, ratusan petugas tersebut terdiri dari 60 personel dinas, 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, serta 24 dokter hewan mandiri dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Mereka akan bertugas memastikan standar kesehatan hewan kurban terpenuhi di seluruh lokasi pemotongan.

Baca juga:  Tak Lagi Hijau, Klungkung Alami Lonjakan Kasus Positif COVID-19

Berdasarkan data tahun sebelumnya, kebutuhan hewan kurban di Badung diperkirakan mencapai 1.564 ekor, yang terdiri dari 435 ekor sapi dan 1.129 ekor kambing. “Jumlah tersebut terdiri dari 435 ekor sapi dan 1.129 ekor kambing. Ketersediaan sapi aman dan mencukupi untuk kebutuhan kurban di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Ketersediaan ternak di Badung pun dinilai sangat mencukupi. Saat ini tercatat sebanyak 7.665 ekor sapi siap potong dari total populasi mencapai 33.978 ekor. Selain pemeriksaan fisik, petugas juga mengawasi potensi penyakit yang kerap ditemukan pada ternak. “Sejauh ini, penyakit yang paling sering ditemukan berupa helminthiasis atau cacingan pada usus sapi dan cacing hati Fasciola gigantica,” jelasnya.

Baca juga:  Satgas PPKM Darurat Laksanakan Patroli Malam

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ditemukan penyakit hewan menular strategis maupun zoonosis. Pemeriksaan dilakukan secara ketat dengan memantau kondisi ternak sebelum pemotongan dan mengecek organ dalam setelah penyembelihan. “Langkah tersebut untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi selama perayaan Idul Adha,” pungkasnya.

Di sisi lain, tingginya minat masyarakat terhadap sapi Bali sebagai hewan kurban juga diimbangi dengan upaya pencegahan penyakit. Dinas Pertanian dan Pangan Badung melalui Bidang Kesehatan Hewan telah menuntaskan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap pertama.

Baca juga:  Muncul Asap Dari Tanah, Petugas Tutup Rest Area KM 86 Tol Cipali

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, I Gusti Ngurah Narendra Putra, mengatakan, vaksinasi telah mencapai target yang ditetapkan pemerintah. “Jadi untuk program Vaksinasi PMK Nasional tahap pertama sudah selesai. Nanti ada periode kedua bulan Juli-september 2026 mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Badung ditargetkan melakukan vaksinasi terhadap 7.000 ekor ternak pada tahap pertama, yang telah direalisasikan sejak Januari hingga Maret 2026. “Kita ditarget 7.000 ekor dari dinas pertanian dan ketahanan pangan provinsi Bali. Periode kedua juga sejumlah itu,” jelasnya.

Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi penyebaran PMK, sekaligus menjaga kualitas ternak lokal. Dengan pengawasan ketat dan vaksinasi yang telah tuntas, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman. (Parwata/balipost)

BAGIKAN