Bayi laki-laki yang ditemukan di areal Subak Pejeng, Banjar Kutri, Desa Buruan, Gianyar. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Misteri penemuan bayi laki-laki di areal Subak Pejeng, Banjar Kutri, Desa Buruan, Gianyar, akhirnya menemui titik terang. Kurang dari 24 jam setelah penemuan pada Senin (11/5) pagi, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh berhasil mengungkap identitas ibu kandung bayi tersebut.

​Berdasarkan hasil penyelidikan intensif di lapangan, ibu bayi diketahui berinisial DAPP. Saat ini, yang bersangkutan tengah menjalani perawatan medis di sebuah yayasan di wilayah Ubud dengan pengawasan pihak kepolisian.

​Peristiwa ini bermula ketika warga sekitar mendengar tangisan bayi di areal persawahan. Warga sempat melihat seorang perempuan membawa bayi yang baru lahir sebelum akhirnya meninggalkan bayi tersebut di lokasi. Dengan sigap, warga mengamankan bayi itu dan melaporkannya ke Polsek Blahbatuh.

Baca juga:  Diduga, Ini Identitas Mrs X di Sungai Yeh Ino

​Merespons laporan tersebut, personel Polsek Blahbatuh bersama Bhabinkamtibmas Desa Buruan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. ​Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, menegaskan bahwa dalam menangani kasus sensitif ini, pihaknya mengedepankan aspek kemanusiaan.

​”Saat ini bayi masih menjalani perawatan di ruang NICU RS Sanjiwani Gianyar dalam kondisi sehat. Sedangkan untuk ibu bayi, saat ini masih dalam perawatan medis dengan pendampingan keluarga serta pengawasan dari Unit Reskrim,” ujar Kompol Sri Sumartini, Selasa (12/5).

Baca juga:  Terungkap, Identitas Jenazah di Aliran Sungai

​Dari hasil pemeriksaan awal, DAPP mengaku mengalami proses persalinan secara tiba-tiba di sekitar persawahan sebelum akhirnya menyerahkan bayi tersebut kepada warga yang ia temui di lokasi. ​Guna memastikan penanganan yang tepat, Polsek Blahbatuh kini tengah berkoordinasi intensif dengan UPTD PPA Kabupaten Gianyar, dan Unit PPA Satreskrim Polres Gianyar.

​Langkah koordinasi ini bertujuan untuk menentukan kelanjutan prosedur hukum sekaligus memastikan adanya pendampingan psikologis dan perlindungan sosial bagi ibu dan bayi. ​Kapolsek juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa Buruan yang bertindak cepat memberikan pertolongan sehingga keselamatan nyawa sang bayi dapat terjaga. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Ciptakan Kartini Bersih Narkoba, BNNK Badung Gugah Generasi Muda
BAGIKAN