RSUD Tabanan menyiapkan ruang khusus jika untuk pasien suspect hantavirus. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Meski hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus di Kabupaten Tabanan, langkah antisipasi mulai disiapkan rumah sakit dan Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan. Penyakit yang ditularkan melalui tikus itu diwaspadai agar tidak sampai memicu penyebaran di masyarakat.

Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta menjelaskan, penanganan awal pasien suspect hantavirus berbeda dengan pola penanganan saat pandemi COVID-19. Pasien yang datang dengan gejala awal seperti flu tentunya akan menjalani pendeteksian terlebih dahulu.

Baca juga:  Ratusan WN Tiongkok Ditangkap di 3 TKP

“Investigasi langsung tidak seperti pasien COVID, karena gejalanya seperti pasien flu biasa. Baru pendeteksian awal saja, mudah-mudahan tidak sampai ada kasus hantavirus di Tabanan,” ujarnya, Senin (11/5).

Menurutnya, apabila di instalasi gawat darurat (IGD) ditemukan pasien yang dicurigai terpapar hantavirus, pasien akan ditempatkan sementara di ruang kaca guna mencegah potensi kontaminasi. Setelah itu petugas medis menjalankan standar operasional prosedur (SOP) penanganan lanjutan.

Baca juga:  IDAI Sebut Hantavirus Bukan Baru, Ini Cara Pencegahannya

Jika pasien memang harus menjalani isolasi, maka akan dirawat di ruang tersendiri. Namun penanganannya tidak dibuat khusus seperti ruang isolasi COVID-19. “Perawatannya tetap dipisahkan dan tidak digabung dengan pasien lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. IB Surya Wira Andi mengatakan, edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digencarkan sebagai langkah utama pencegahan berbagai penyakit akibat virus. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan, terutama mengendalikan keberadaan tikus di sekitar rumah, menjadi bagian penting dalam mencegah penularan hantavirus.

Baca juga:  Turnamen Bupati Cup 2024, Rensma Tim Pertama Rebut Tiket ke Semifinal

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu yang disertai kondisi tubuh menurun, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sedini mungkin. “Sejauh ini belum ada laporan kasus virus itu di Tabanan, masih aman, mudah-mudahan tidak ada,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN