Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum saat pelepasan Indonesia Walk for Peace 2026 di Brahma Vihara Arama, Buleleng, Sabtu (9/5). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Para Bhikkhu (biksu) dari sejumlah negara Asia Tenggara memulai rangkaian kegiatan jelang Hari Suci Waisak 31 Mei 2026. Salah satunya Indonesia Walk For Peace 2026.

Kurang lebih 50 bhikkhu melakukan perjalanan suci dengan berjalan kaki mulai 7 hingga 28 Mei. Perjalanan dilepas dari Brahma Vihara Arama Singaraja Buleleng Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, DI Yogyakarta pada Sabtu (9/5).

Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan memberikan sambutan sebelum perjalanan suci dimulai. Koster mendampingi Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum yang akrab disapa Romo Syafi’i.

Koster berharap, kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini menjadi sumber inspirasi bagi semua orang di dunia tidak saja masyarakat Bali. “Ini jadi inspirasi bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” ujar Koster.

Baca juga:  1.790 Pelamar Lakukan Tes di Undiksha

Koster menyampaikan, kegiatan suci umat buddha ini selaras dengan upaya visi masyarakat Bali Nangun Sat Kerti Loka Bali. “Kita semua respect dan hormat. Jadi tentu saja kegiatan ini tidak sebatas kegiatan fisik keagamaan yang sakral tapi juga ini membawa kesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi 4 provinsi,” kata Gubernur Koster.

Koster meyakini perjalanan suci ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia. “Luar biasa dan ini sangat sejalan dengan upaya kita bersama di Bali dengan visi nangun Sat Kerti Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera bahagia niskala sekala,” jelas Gubernur Bali dua periode ini.

Baca juga:  Dari Hakim Tolak Eksepsi Eka Wiryastuti hingga Sejumlah Money Changer Bodong Ditutup

Koster mengajak semua pihak di Bali dan tiga provinsi lain yang dilewati para bhikkhu agar memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan perjalanan suci ini.

Untuk diketahui, para bhikkhu ini berasal dari Laos, Thailand , Kamboja, dan Malaysia. Mereka juga akan didampingi bhikkhu dari Indonesia termasuk dari Bali. Mereka akan menempuh Bali – Borobudur dengan berjalan kaki selama 22 hari.

Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum yang akrab disapa Romo Syafi’i menyampaikan apresiasi agenda suci umat Buddha ini. “Kita mengapresiasi. Bagaimana mereka dengan upaya yang maksimal meninggalkan hawa nafsunya. Kemudian mereka menebar kedamaian dan sebenarnya itu sudah kita rasakan sejak ratusan tahun yang lalu di Bumi Nusantara,” jelasnya.

Baca juga:  Segera Dibentuk, Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Menurut dia, masyarakat Indonesia telah hidup dengan penuh kedamaian dan toleransi yang kemudian dikuatkan oleh pemerintah dengan politik toleransinya. “Ternyata kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala-kepala daerah yang semuanya berbeda agama, Nah itu bukti bahwa semua agama kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” katanya.

Hadir juga dalam kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Forkopimda Bali dan Buleleng, Forum Kerukunan Umat Beragama dan para pihak terkait. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN