Tim SAR gabungan melakukan pemantauan dengan pesawat nirawak saat operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). (BP/Antara)

TERNATE, BALIPOST.com – Dua warga negara Singapura meninggal akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan dilakukan setelah Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada pukul 08.55 WIT di titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E.

“Sinyal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, yang melaporkan adanya pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” kata Iwan dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Viral Kawanan Tawon Melintasi Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan darurat, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Merespon laporan tersebut, pada pukul 09.56 WIT Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR bergerak menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono untuk melaksanakan koordinasi dan persiapan evakuasi,” ujarnya.

Personel yang diterjunkan terdiri atas empat anggota Basarnas, tujuh personel Polres Halut, tiga anggota BPBD, tiga personel TNI, dan sekitar 20 warga yang membantu proses pencarian dan evakuasi.

Baca juga:  Karena Ini, WN Singapura Ditemukan Tinggal di Bedeng

Setibanya di Posko Pengamatan Gunung Dukono, tim SAR gabungan berkoordinasi dengan Polres Halmahera Utara dan BPBD Halmahera Utara terkait kondisi terkini di lokasi erupsi.

Berdasarkan data sementara dari korban selamat, total pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono berjumlah 20 orang. Sebanyak 15 pendaki telah berhasil dievakuasi ke lokasi aman.

Sementara itu, lima orang lainnya masih berada di area puncak, dengan rincian dua orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan dua orang lainnya masih bertahan di kawasan atas gunung untuk mencari korban hilang tersebut.

Baca juga:  Kecelakaan di Madenan, Dua WN Singapura Luka-luka

Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan warga negara asing asal Singapura bernama Timo dan Sahnas. Namun, informasi itu masih menunggu verifikasi langsung dari tim SAR di lapangan.

“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono,” kata Iwan. (kmb/balipost)

BAGIKAN