
DENPASAR, BALIPOST.com – Penentuan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bali yang akan melaju ke tingkat nasional berlangsung ketat dan penuh pertimbangan. Bahkan, hingga Kamis (7/5) pukul 19.00 WITA, tim juri masih melakukan rapat penilaian meski seluruh rangkaian seleksi peserta telah berakhir sejak pukul 4 sore hari.
Suasana seleksi di GOR Lila Bhuana Ngurah Rai, Denpasar, terlihat masih sibuk pada malam hari. Sebanyak 22 juri dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Bali, Rumah Sakit Bali Mandara, Korem 163/Wira Satya, Polda Bali, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga DPP Purna Paskibraka Indonesia, terus melakukan penilaian akhir terhadap 90 peserta terbaik se-Bali.
Ketatnya penilaian tidak lepas dari tingginya kualitas peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota. Mereka kini bersaing untuk memperebutkan posisi sebagai Paskibraka Provinsi Bali maupun wakil Bali ke tingkat nasional.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi sejatinya sudah berstatus Paskibraka daerah.
“Sesungguhnya mereka itu sudah menjadi Paskibraka di tingkat kabupaten/kota. Kemudian di sini seleksi untuk menentukan siapa yang bertugas di provinsi, siapa yang dikirim ke tingkat nasional, dan siapa yang kembali bertugas di kabupaten/kota,” ujarnya ditemui disel-sela pelaksanaan seleksi hari terakhir.
Diungkapkan, Seleksi Paskibraka Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026. Sebanyak 90 peserta terdiri dari 45 putra dan 45 putri mengikuti seluruh tahapan seleksi secara ketat dan berjenjang.
Pada tahap akhir, peserta menjalani tes kesamaptaan berupa lari dan tes fisik lainnya, serta wawancara mendalam untuk mengukur kesiapan mental dan karakter.
“Mereka diwawancarai terkait minat, bakat, mental, motivasi, dan kepribadian. Jadi benar-benar dilihat kesiapan mereka secara menyeluruh,” jelas Kusumaedi.
Selain tes fisik dan wawancara, peserta sebelumnya juga telah menjalani psikotes, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, pemeriksaan kesehatan, hingga tes peraturan baris-berbaris (PBB).
Dari hasil seleksi tersebut, Bali akan mengirim tiga pasang calon Paskibraka untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Penentuan dilakukan berdasarkan akumulasi nilai dan peringkat selama proses seleksi berlangsung.
Sementara itu, sebanyak 72 peserta lainnya akan bertugas sebagai Paskibraka Provinsi Bali. Sedangkan 16 pasangan akan kembali bertugas sebagai Paskibraka di daerah masing-masing.
Kusumaedi menegaskan, seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dan mendapat pengawasan langsung dari pejabat Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan seleksi. (Ketut Winata/balipost)










