Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali menjadi tantangan utama dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya sektor infrastruktur. Karena itu, ia memilih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendatangkan dukungan anggaran melalui APBN.

Menurut Koster, kapasitas fiskal Bali yang berada di kisaran Rp6,8 triliun dinilai sangat terbatas jika dibandingkan kebutuhan pembangunan. Bahkan, ia menyebut pembahasan APBD Bali bisa selesai dalam waktu singkat karena ruang fiskalnya kecil.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, ya segitu saja. Tidak ada peningkatan signifikan. Karena itu saya harus banyak ke Jakarta untuk memperjuangkan anggaran pusat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Provinsi XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Provinsi Bali di Sanur, Rabu (6/5).

Baca juga:  Tersangka Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang Disidangkan

Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dinilai masih tertinggal. Fokus utama diarahkan pada konektivitas antar kabupaten/kota di Bali, yang ditargetkan minimal 70 persen rampung dalam periode 2026–2029.

Koster mengungkapkan, sejumlah proyek strategis kini telah mendapatkan dukungan APBN. Di antaranya pembangunan jalan nasional berupa underpass, overpass, dan jembatan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain itu, proyek lanjutan jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani pada titik 11 dan 12 dengan anggaran sekitar Rp770 miliar juga telah disetujui. Pembangunan jembatan penghubung Nusa Ceningan–Nusa Lembongan senilai Rp112 miliar, serta gedung parkir di kawasan Ulun Danu Batur sekitar Rp250 miliar juga mulai berjalan.

Baca juga:  Upacara Penyerahan Pataka, Ini Disampaikan Kapolda Baru

Tak hanya itu, pembangunan jaringan air bersih dan irigasi di Kecamatan Kubu, Karangasem dengan anggaran sekitar Rp90 miliar juga masuk dalam program prioritas yang didanai pusat. “Sebagian besar ini dari APBN. Kalau hanya APBD Bali, tidak akan cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur,” tegasnya.

Selain proyek fisik, Koster juga mendorong percepatan berbagai studi perencanaan strategis, seperti pembangunan underpass Tohpati dan Pesanggaran, jalan penghubung Karangasem–Buleleng, hingga kelanjutan pembangunan Bypass Ida Bagus Mantra ruas Kusamba–Padangbai.

Baca juga:  Dua Hari Berturut-turut, Zona Merah Ini Sumbang Pasien COVID-19 Sembuh di Atas 200

Ia menargetkan proses perencanaan tersebut dapat dimulai pada 2026 agar pembangunan bisa segera direalisasikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga mengingatkan para konsultan dan pemangku kepentingan agar bekerja profesional dan menjaga kebersamaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi tanpa konflik dalam mendukung pembangunan Bali. “Saya kerja tulus saja. Yang penting hasilnya untuk Bali. Infrastruktur ini kunci agar Bali bisa maju dan tidak tertinggal,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN