
SINGARAJA, BALIPOST.com – Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja optimistis mampu mencapai target penerimaan 800 hingga 850 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Keyakinan tersebut didukung oleh daya tampung kampus yang terus berkembang, keberadaan program studi unggulan, biaya pendidikan yang kompetitif, hingga penguatan branding kampus.
Rektor IMK Singaraja, Prof. Dr. I Gede Suwindia, Selasa (5/5), mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun ini telah dirancang sesuai kapasitas 18 program studi yang dimiliki, termasuk jenjang doktoral dan empat program magister.
“Dari skema yang kami buat, pada tahun 2026 ini kami merencanakan penerimaan mahasiswa sekitar 800 sampai 850 mahasiswa dari daya tampung yang kami miliki,” ujarnya.
Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka sejak Januari 2026 dan akan berlangsung hingga 15 Juli 2026. Hingga saat ini, jumlah pendaftar disebut sudah mencapai ratusan orang.
Menurut Suwindia, sejumlah program studi tetap menjadi favorit calon mahasiswa, di antaranya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Fakultas Dharma Acarya dan Program Studi Manajemen Ekonomi pada Fakultas Dharma Duta.
Ia menegaskan, IMK Singaraja tidak secara langsung bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya di Bali seperti Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, maupun UHN I Gusti Bagus Sugriwa, karena masing-masing kampus memiliki segmentasi pendidikan yang berbeda.
“Kalau dibilang saingan, sesungguhnya tidak juga, karena segmennya berbeda,” jelasnya.
Meski demikian, IMK tetap berupaya meningkatkan daya saing, terutama pada program studi yang juga dimiliki perguruan tinggi lain. Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah biaya pendidikan yang lebih terjangkau.
Suwindia menyebutkan, besaran SPP di IMK mengikuti ketentuan dari Kementerian Agama sehingga tetap kompetitif dan tidak dapat dinaikkan secara bebas.
“SPP kami masih jauh di bawah Unud dan Undiksha. Itu menjadi salah satu daya jual kami,” katanya.
Selain biaya kuliah, kualitas akademik juga terus diperkuat. Beberapa program studi di IMK disebut telah meraih akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sehingga menjadi nilai tambah dalam menarik minat calon mahasiswa.
Untuk memperluas jangkauan, IMK juga mengoptimalkan strategi branding melalui peningkatan layanan, penataan lingkungan kampus yang lebih representatif, serta pengembangan sistem pembelajaran berbasis digital.
Di sisi lain, kampus ini terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk penjajakan kolaborasi dengan institusi pendidikan di Thailand dan Malaysia.
Saat ini, IMK bahkan telah memiliki mahasiswa asing, salah satunya berasal dari Belgia. Pengembangan Learning Management System (LMS) juga menjadi fokus untuk memperkuat sistem pembelajaran daring di masa depan.
“Pembelajaran tidak hanya luring, tetapi juga daring. Ke depan, dari mana pun bisa mengakses,” pungkas Suwindia. (Yudha/balipost)










