
DENPASAR, BALIPOST.com – Kesiapan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) kian matang. Ajang seni budaya tahunan terbesar di Bali ini dipastikan akan melibatkan sekitar 20 ribu seniman dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, serta partisipan dari luar daerah hingga mancanegara.
PKB ke-48 ini dijadwalkan berlangsung hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026, dengan pembukaan yang direncanakan tetap mengundang Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tradisi sebelumnya.
Kurator PKB XLVIII, I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan tema yang diusung tahun ini adalah Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan dan menyucikan jiwa menuju kesempurnaan hidup. Tema tersebut dinilai fleksibel dan memberi ruang luas bagi seniman dalam mengeksplorasi berbagai narasi.
“Tema ini fleksibel. Seniman bisa mengangkat kisah klasik yang sarat makna penyucian jiwa, lengkap dengan pepatah, romansa, hingga pesan moral,” ujarnya, Selasa (5/5).
Proses kurasi karya dilakukan secara ketat. Setiap peserta wajib mempresentasikan konsep garapan sebelum diseleksi oleh tim kurator. Karya yang belum lolos seleksi akan tetap diarahkan ke ruang apresiasi alternatif.
Dari sisi program, PKB XLVIII tetap menghadirkan 10 materi pokok, meliputi pawai, pergelaran, lomba, workshop, sarasehan hingga pameran. Penguatan partisipasi internasional serta keterlibatan seniman luar Bali juga menjadi fokus tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan persiapan masih dimatangkan melalui koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Penyusunan jadwal menjadi perhatian utama mengingat pelaksanaan PKB beririsan dengan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan.
“Jadwal masih disusun. Penyusunan jadwal menjadi penting karena di tengah pelaksanaan PKB juga ada Galungan dan Kuningan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia menambahkan, tema PKB tahun ini selaras dengan visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi, termasuk Atma Kerthi sebagai pemuliaan jiwa manusia.
Koordinasi dengan daerah bahkan telah dilakukan sejak akhir 2025, termasuk penyampaian petunjuk teknis agar kabupaten/kota dapat menyiapkan seniman dan sekaa secara optimal.
Untuk mengantisipasi kepadatan penonton, panitia menyiapkan pola baru pengaturan arus pengunjung di kawasan Taman Werdhi Budaya Art Center. Penonton akan diarahkan tidak menumpuk di depan panggung kehormatan, melainkan mengalir ke sisi barat dan utara area.
Selain itu, tribun tambahan serta pemasangan layar LED juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan penonton, terutama pada agenda favorit seperti lomba beleganjur, bapang barong, dan gong kebyar.
Di sektor kebersihan, panitia menargetkan pengurangan volume sampah secara signifikan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pengelola kuliner, agar konsumsi dilakukan di tempat guna meminimalisir sampah berserakan.
PKB sebagai agenda seni budaya terbesar di Bali diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan hiburan, tetapi juga momentum penguatan jati diri masyarakat serta pelestarian budaya berbasis nilai-nilai lokal.
Dengan persiapan yang hampir rampung, pelaksanaan PKB 2026 diharapkan berlangsung lancar, tertib, bersih, serta semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Bali. (Ketut Winata/balipost)










