Kajati Bali saat ngantor pertama diperciki tirta oleh pamangku di Kejati Bali, Senin (4/5). (BP/asa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Bali, Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum., pertama kali masuk kerja, Senin (4/5) disambut oleh pejabat dan pegawai kejaksaan di Bali.

Di samping jejeran karangan bunga, saat Kajati Setiawan Budi Cahyono, datang disambut juga oleh Jero Mangku lalu diperciki tirta. Kajati tampak didampingi istri, yang pada kesempatan itu juga menerima bunga dan dikalungi bunga bertanda “Selamat Datang di Bali”.

Sementara dalam amanatnya, Kajati Setiawan Budi Cahyono, di hadapan pegawai kejaksaan, menekankan beberapa hal strategis. Yakni, integritas adalah harga utama. “Integritas merupakan napas institusi. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Seluruh jajaran diharapkan jaga marwah dan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan. Jika tidak bisa menjadi pegawai yang pintar, kalian harus menjadi pegawai yang baik,” tegas Kajati Bali.

Baca juga:  Pengeroyokan di Sibang Gede Sebabkan Satu Meninggal, Polisi Bidik Sejumlah Pelajar

Selain itu, menghadapi era revolusi industri, seluruh jajaran diminta meninggalkan pola kerja konvensional dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, khususnya Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI), serta mengelola narasi publik dengan konten positif berbasis fakta.

Sementara terkait tindak pidana khusus, atau Bidang Tindak Pidana Khusus, Kajati pengganti Chatarina ini menegaskan jajaran untuk meningkatkan kualitas penyelidikan dan penyidikan dan memprioritaskan pengembalian kerugian negara.

Baca juga:  Bapenda Badung Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah Melalui Berbagai Strategi Inovatif

Selain itu juga memetakan kerawanan korupsi pada proyek-proyek strategis yang menggunakan APBN/APBD di Provinsi Bali. Program Jaga Desa akan terus diperkuat untuk mendampingi pengelolaan dana desa agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan, memberikan pendampingan hukum kepada perangkat desa, serta menjauhkan hal-hal praktik pemerasan.

Kajati mengajak seluruh jajaran untuk membangun suasana kerja yang harmonis, penuh kekompakan, serta tetap humanis dalam melayani masyarakat namun tegas dalam penegakan hukum. “Kerjakanlah pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati besok.”(Miasa/balipost)

Baca juga:  Kajati Bali Dimutasi Ke Kejaksaan Agung

 

BAGIKAN