Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya saat Diskusi Publik FSPM Bali, di Wantilan DPRD Bali, Kamis (30/4). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 harus menjadi momentum untuk mendengar langsung suara pekerja, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Diskusi Publik Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis (30/4).

Menurut pria yang akrab disapa Dewa Jack ini, May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi atas kontribusi besar pekerja di balik bangkitnya pariwisata Bali pascapandemi COVID-19.

Baca juga:  Dewan Kantongi 10 Pengaduan, Tes Bahasa Inggris Dalam Sebatas “Introduce Your Self”

“Di balik ramainya hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata, ada kerja keras para pekerja. May Day adalah hari untuk mendengar suara mereka,” ujarnya.

Ia mengakui, pemulihan pariwisata Bali saat ini menunjukkan tren positif, ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan merata oleh para pekerja.

“Masih ada pekerja yang menghadapi kerentanan status kerja, hubungan kerja yang belum adil, serta ketidakpastian masa depan, terutama di sektor hotel dan restoran,” tegasnya.

Dewa Jack menekankan, pariwisata Bali tidak boleh hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga harus menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi para pekerjanya.

Baca juga:  Pilkel Serentak

“Pariwisata Bali harus indah tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga adil bagi pekerjanya. Wajah pariwisata Bali dijaga oleh senyum dan pelayanan para pekerja setiap hari,” katanya.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Bali memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan. Namun lebih dari itu, DPRD disebutnya sebagai rumah aspirasi rakyat yang wajib menampung dan mengawal suara pekerja.

“Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami dengar, kami catat, dan kami kawal sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujarnya:

Baca juga:  Pansus Revisi Perda RTRWP Bali Mulai Bekerja

Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, kemajuan usaha tidak boleh mengorbankan martabat pekerja. “Perusahaan yang kuat harus tumbuh bersama pekerja yang sejahtera,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, ia mengajak para pekerja untuk tetap bersatu dan terus menyuarakan aspirasi secara konstruktif demi masa depan Bali yang lebih adil. “Selamat memperingati May Day 2026. Hidup pekerja Indonesia, hidup pekerja Bali,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN