Dua orang petani sedang menyiapkan bibit tanaman padi di Subak Sembung, Denpasar. Luas lahan pertanian di Kota Denpasar terus menyusut akibat alih fungsi lahan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penyusutan luas lahan pertanian di Denpasar terus terjadi setiap tahunnya. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, sejak 2019 hingga 2023 penyusutan luas lahan di Denpasar tercatat seluas 278 hektare. Tahun ini Distan tengah melakukan verifikasi ulang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta, Rabu (29/4) mengungkapkan, verifikasi dan perhitungan ulang luas lahan baku sawah (LBS) yang tengah dilakukan saat ini untuk mendapatkan data riil terbaru.

“Data yang kami gunakan masih mengacu pada LBS tahun 2024 dari kementerian. Sekarang kami uji kembali melalui survei lapangan dan citra satelit untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tahun 2025 dan 2026,” ujarnya.

Baca juga:  Tanggul Tergerus Longsor, Warga Banjar Patas Khawatir Kesulitan Air Bersih

Demikian dari hasil sementara menunjukkan adanya penyusutan, namun di sisi lain juga ditemukan lahan yang sebelumnya tidak tercatat sebagai sawah kini kembali difungsikan. “Memang ada penyusutan, tapi ada juga sawah baru yang sebelumnya tidak masuk data. Jadi angka pastinya masih kami hitung,” jelasnya.

Kemudian berdasarkan data 2019 hingga 2023, luas lahan sawah di Denpasar menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada 2019 dan 2020, luas sawah tercatat masing-masing 1.958 hektare. Angka ini kemudian menurun menjadi 1.915 hektare pada 2021, selanjut kembali turun menjadi 1.871 hektare di 2022. Penyusutan tajam nampak terjadi pada 2023 yang luas lahan pertanian di Denpasar hanya tersisa1.680 hektare.

Baca juga:  Peringati Hari Tani Nasional, BRI Perkuat Dukungan ke Sektor Pertanian

Jika dilihat dari masing-masing kecamatan, penurunan luas lahan paling mencolok terjadi di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Di Denpasar Barat, luas sawah turun dari 217 hektare pada 2019 menjadi 149 hektare pada 2023. Sementara di Denpasar Selatan, dari 536 hektare menyusut menjadi 449 hektare.

Untuk di Denpasar Timur masih menjadi wilayah dengan lahan subak terluas, meski tetap mengalami penurunan dari 616 hektare pada 2019 menjadi 553 hektare pada 2023. Dan untuk Denpasar Utara luas lahan tercatat 589 hektare pada 2019 menjadi 529 hektare dalam periode yang sama.

Baca juga:  Jaga Kamtibmas, Polres Gianyar Siagakan Personel di Hari Libur

Menurut Agung Bayu, dinamika data ini juga dipengaruhi metode pendataan sebelumnya yang berbasis citra satelit, sehingga perlu diverifikasi ulang di lapangan. “Ada lahan yang dulu tidak terdeteksi sebagai sawah karena tidak digarap, sekarang setelah diairi dan diolah kembali, masuk dalam kategori sawah,” katanya.

Selain itu, pihaknya mencatat saat ini terdapat 42 subak di Denpasar yang masih aktif dan tercatat dalam sistem pertanian. Meski demikian, beberapa subak lama dilaporkan sudah tidak berfungsi karena alih fungsi lahan menjadi permukiman. (Widiasatuti/balipost)

 

BAGIKAN