
SINGARAJA, BALIPOST.com – Seekor sapi milik warga Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, berhasil dievakuasi dari sumur sedalam lima meter oleh tim gabungan Damkar dan Penyelamatan Buleleng, BPBD, serta masyarakat setempat. Sapi yang baru dibeli sehari sebelumnya itu sempat dikira hilang, sebelum akhirnya ditemukan terperosok ke dalam sumur dekat lokasi pengikatan sementara. Peristiwa tersebut terjadi, pada Selasa (28/4).
Sapi milik Eko Supriadi (46), seorang pedagang asal Banjar Dinas Griya, Desa Banyupoh, sebelumnya diikat sementara di sebuah bale sekepat dekat sumber air usai dibeli pada siang hari. Namun, keesokan paginya sapi tersebut tidak lagi berada di tempat, sehingga pemilik menduga ternaknya hilang. Setelah dilakukan pencarian, sapi itu ternyata ditemukan jatuh ke dalam sumur di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana, saat dikonfirmasi Selasa (29/4), menjelaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan dari pemilik. “Menurut keterangan pemilik, sapi itu baru dibeli sehari sebelumnya. Sapi diikat sementara dekat sumber air, lalu paginya sudah tidak ada. Setelah dicari, ternyata jatuh ke dalam sumur,” jelas Arya Suardana.
Regu 1 Pos Sektor Pemadam Seririt bersama Anggota TRC Regu 1 Pos Induk, BPBD Kabupaten Buleleng, dan warga sekitar langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis karena kondisi medan yang berat dan akses sumur yang menyulitkan petugas. Untuk mendukung operasi tersebut, tim gabungan juga meminjam peralatan tambahan dari Basarnas Buleleng.
Setelah berjibaku selama kurang lebih empat jam, sapi akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur. Meski selamat, kondisi sapi dilaporkan lemas dan mengalami luka akibat insiden tersebut. Arya Suardana mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan, mulai dari Damkar, BPBD, Basarnas, hingga masyarakat setempat. “Berkat kerja sama dan upaya bersama, sapi berhasil dievakuasi meskipun dalam kondisi lemas dan terluka,” ujarnya. (Yudha/balipost)










