Salah satu sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali membeli sapi kurban dari peternak asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, dua ekor sapi milik peternak bernama I Nyoman Tenaya dipilih sebagai hewan kurban bantuan presiden untuk masyarakat.

Fokus utama pelaksanaan kurban ini tidak hanya pada penyaluran daging, tetapi juga pada proses pemotongan yang memenuhi standar kesehatan. Pemerintah Kabupaten Badung memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan hingga distribusi, berjalan sesuai prosedur demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, AA Ngurah Raka Sukadana mengatakan, pihaknya melalui Bidang Peternakan hanya memfasilitasi pencarian peternak sapi yang memenuhi kriteria. Selanjutnya, proses transaksi hingga penentuan harga ditangani langsung oleh pihak Sekretariat Presiden. “Dari bidang peternakan hanya memfasilitasi mencari peternak sapi. Setelah itu dari Sekpres yang mengurus harga dengan pembeli,” ujar Raka Sukadana pada Kamis (28/5).

Baca juga:  Peternak Sapi Keluhkan Susah Dapatkan IB

Ia menjelaskan, dua ekor sapi dipilih karena bobot masing-masing belum mencapai 1 ton. Adapun berat sapi tersebut masing-masing 436 kilogram dan 476 kilogram. Kedua sapi bantuan presiden ini dipotong dan didistribusikan ke Masjid Baiturahman Banjar Angantiga, Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. “Karena 1 ekor tidak mencapai 1 ton, sehingga dicari 2 ekor sapi,” jelasnya.

Sebelum pemotongan, petugas melakukan pemeriksaan ante-mortem, yakni pemeriksaan kesehatan hewan saat masih hidup dalam kurun waktu 24 jam sebelum disembelih. Pemeriksaan ini meliputi pengamatan perilaku, kondisi fisik, serta memastikan hewan cukup umur dan tidak cacat. Langkah ini penting untuk mencegah hewan sakit atau stres masuk ke area pemotongan.

Baca juga:  Selama IMF-WB Annual Meeting, Buka Tutup akan Diberlakukan di Sejumlah Rute Ini

Setelah disembelih, pemeriksaan dilanjutkan dengan post-mortem. Tahapan ini bertujuan mendeteksi penyakit tersembunyi seperti cacing hati, gejala TBC pada paru, atau infeksi lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada karkas, hati, paru-paru, jantung, limpa, hingga saluran pencernaan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, sapi kurban bantuan presiden dinyatakan dalam kategori sehat dan layak dikonsumsi,” katanya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung juga mencatat jumlah pemotongan hewan kurban pada hari raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Total hewan kurban yang disembelih di seluruh wilayah Kabupaten Badung mencapai 1.766 ekor, yang terdiri dari 603 ekor sapi dan 1.163 ekor kambing.

Dari total data tersebut, wilayah Kecamatan Abiansemal tercatat menjadi lokasi dengan jumlah pemotongan sapi tertinggi, yakni mencapai 262 ekor. Sementara, untuk pemotongan kambing didominasi oleh Kecamatan Kuta Utara dengan jumlah mencapai 452 ekor.

Baca juga:  Denpasar Belum Dapat Vaksin PMK

Secara rinci, sebaran angka pemotongan di wilayah Badung Selatan juga menunjukkan grafik yang cukup tinggi. Kecamatan Kuta Selatan mencatat pemotongan 155 ekor sapi dan 374 ekor kambing, disusul oleh Kecamatan Kuta dengan 81 ekor sapi dan 212 ekor kambing. Adapun untuk wilayah tengah dan utara Badung, Kecamatan Kuta Utara memotong 85 ekor sapi selain mendominasi pada pemotongan kambing. Di sisi lain, Kecamatan Mengwi mencatatkan pemotongan sebanyak 12 ekor sapi dan 47 ekor kambing.

Sementara itu, wilayah dengan aktivitas pemotongan hewan kurban paling sedikit berada di Kecamatan Petang, dengan rincian pemotongan sapi sebanyak 8 ekor dan kambing sebanyak 23 ekor. (Parwata/balipost)

BAGIKAN