
BANGLI, BALIPOST.com – Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa mendorong Pemerintah Daerah untuk proaktif dalam menggali dan menggarap potensi pariwisata daerah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya saat ini potensi pariwisata di Bangli baru tergarap sekitar 5 hingga 10 persen.
“Artinya, masih ada 90 persen potensi yang belum digarap secara optimal,” ungkap Sudiasa.
Politisi asal Desa Undisan, Tembuku ini menegaskan bahwa Pemda harus melakukan pendekatan jemput bola. Pemda jangan hanya menunggu retribusi, melainkan turun ke lapangan untuk mengidentifikasi dan menggarap objek-objek baru yang selama ini telah dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Ia mencontohkan seperti di Kecamatan Tembuku, banyak obyek wisata yang sudah berkembang namun masih minim perhatian pemerintah.
Pemda juga diingatkan tidak hanya datang saat ingin memungut hasil, tanpa memberikan kontribusi balik kepada masyarakat/pengelola. Pendampingan sejak dini sangat penting agar terjadi komunikasi dua arah yang harmonis.
“Jangan sampai muncul kesan Pemda diam saat masyarakat berjuang membangun objek wisata, tapi ujug-ujug datang minta retribusi. Walaupun menarik retribusi merupakan hak pemerintah daerah,” tegas Sudiasa.
Selain itu, Sudiasa juga mendorong Pemerintah Daerah lebih aktif mempromosikan objek wisata di Kabupaten Bangli. Ia menilai upaya promosi saat ini masih sangat kecil dan jauh dari kata masif.
Menurut Sudiasa ada indikasi kualitas SDM di dinas terkait masih lemah dalam memahami strategi promosi modern. Di era digital, seharusnya promosi dilakukan secara masih dengan memanfaatkan media sosial secara kreatif. Hal ini belum digarap maksimal oleh dinas terkait.
Sudiasa menyarankan Disparbud Bangli menggandeng konten kreator lokal Bali untuk mempromosikan objek wisata. Kerja sama ini dinilai tidak memerlukan anggaran besar, melainkan pendekatan komunikasi yang baik.
Sudiasa meyakini banyak konten kreator yang akan merasa terhormat dan bangga bisa berkontribusi bagi kemajuan daerahnya. (Dayu Swasrina/balipost)










