BPBD Kabupaten Gianyar menggelar simulasi kebencanaan gempa bumi di SMP Negeri 1 Tampaksiring, Minggu (26/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi di SMP Negeri 1 Tampaksiring, Minggu (26/4).

Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menguji integrasi sistem kesiapsiagaan dari tingkat sekolah hingga pusat komando darurat.

Simulasi ini merupakan kolaborasi strategis antara BPBD Gianyar dengan Yayasan IDEP Selaras Alam, yang dirancang untuk menyatukan empat pilar ketangguhan daerah, yakni Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Manukaya, Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektoral, serta optimalisasi Command Center 112.

Baca juga:  Selama Bulan Agustus Terjadi 807 Kali Gempa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, yang hadir mewakili Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan uji coba sistem yang hidup.

“Kami mengintegrasikan sistem dari hulu ke hilir. Ketika gempa bumi terjadi, sekolah menjalankan SOP SPAB, komunitas DESTANA bergerak sebagai respon awal, dan laporan segera masuk melalui Command Center 112 untuk mengaktivasi TRC Multisektoral. Kami ingin memastikan tidak ada jeda antara informasi dan aksi di lapangan,” ujar IGN Dibya Presasta.

Baca juga:  Pihak Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian Pande Mahayasa

Skenario latihan difokuskan pada respon gempa bumi yang memicu situasi darurat lanjutan. Seluruh komponen diuji kecepatannya dalam melakukan evakuasi mandiri, ketepatan komunikasi darurat, hingga koordinasi penanganan medis dan pengamanan wilayah. Keterlibatan lintas sektor menjadi kunci dalam kegiatan ini, yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Puskesmas I Tampaksiring, Forum PRB Desa Manukaya, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Manukaya, Serta seluruh warga sekolah (Guru dan Siswa).

Baca juga:  Jualan Ini, Calo Tanah Ditangkap

Melalui simulasi ini, BPBD Gianyar menunjukkan bahwa kesiapsiagaan adalah sebuah ekosistem yang saling terhubung. Kolaborasi antara sekolah, desa, dan pemerintah daerah berbasis teknologi Command Center diharapkan mampu meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat bencana sesungguhnya terjadi.

“Kesiapsiagaan adalah kerja kolektif, bukan institusi tunggal. Dengan semangat ‘Siap untuk Selamat’, kita terus bergerak menjadikan Gianyar sebagai daerah yang tangguh, responsif, dan adaptif terhadap segala risiko bencana,” tutup Dibya. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN